Terkini, Bitung – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Integrated Terminal Bitung kembali menunjukkan komitmennya terhadap pemberdayaan penyandang disabilitas dengan melaksanakan Sosialisasi dan Technical Meeting Program PADU (Pusat Ajar Disabilitas Unggul).
Kegiatan ini menjadi langkah awal rangkaian pelatihan keterampilan inklusif yang akan digelar di Kota Bitung.
Acara berlangsung di Sekretariat KALEB Community dan dihadiri oleh calon peserta PADU, orang tua/wali, tutor profesional, serta perwakilan Sekolah Luar Biasa (SLB).
Program PADU di tahun ini dirancang tidak hanya sebagai ruang peningkatan keterampilan, tetapi juga sebagai jawaban atas keresahan banyak SLB di Kota Bitung yang khawatir terhadap proses transisi lulusan mereka setelah menyelesaikan pendidikan formal.
Selama ini, sebagian besar SLB menghadapi tantangan dalam memastikan lulusan memiliki keterampilan praktis yang cukup dan peluang yang jelas untuk bertransformasi menuju dunia kerja atau kegiatan ekonomi produktif.
- Wawali Makassar Dukung EIRC 2026, Ajang Roller Skate Nasional Siap Digelar
- Asmo Sulsel Dukung Lomba Nyanyi Stuvo Makassar, Semarakkan HUT RI ke-81 di AMEC
- Makassar Job Fair 2026 Buka 1.547 Lowongan, Pemkot Fokus Tekan Pengangguran
- LAKI Demo Polres Jeneponto, Dantim Resmob Mengaku Marah, Kecewa Ada Perlakuan Tak Pantas ke Kasat Reskrim
- Merdeka Daya, PLN UID Sulselrabar Ajak Masyarakat Manfaatkan Diskon 50 Persen Tambah Daya
Melalui PADU, Pertamina berupaya menyediakan jembatan transisi yang lebih terarah, berupa pelatihan vokasional yang relevan serta ekosistem pendampingan yang memperkuat kesiapan lulusan dalam menghadapi dunia nyata.
Mengusung nilai inklusivitas, PADU hadir sebagai ekosistem pembelajaran terpadu yang menggabungkan pelatihan keterampilan praktis, kolaborasi multipihak, serta model produksi berbasis komunitas.
Tahun ini, PADU membuka lima kelas pelatihan, yaitu Kelas Membatik, Produksi Kriya, Barista, Menjahit, dan Dasar Komputer. Setiap kelas difasilitasi oleh lima tutor profesional yang tidak hanya mengajar, tetapi juga membuka peluang magang dan kerja bagi peserta setelah pelatihan selesai.
Program ini turut melibatkan relawan komunitas lokal untuk memastikan proses belajar berjalan inklusif, adaptif, dan suportif.
Integrated Terminal Manager Bitung, Muhammad Dody Iswanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen Pertamina dalam memperluas akses pemberdayaan bagi penyandang disabilitas.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
