Terkini, Bitung – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Integrated Terminal Bitung kembali menunjukkan komitmennya terhadap pemberdayaan penyandang disabilitas dengan melaksanakan Sosialisasi dan Technical Meeting Program PADU (Pusat Ajar Disabilitas Unggul).
Kegiatan ini menjadi langkah awal rangkaian pelatihan keterampilan inklusif yang akan digelar di Kota Bitung.
Acara berlangsung di Sekretariat KALEB Community dan dihadiri oleh calon peserta PADU, orang tua/wali, tutor profesional, serta perwakilan Sekolah Luar Biasa (SLB).
Program PADU di tahun ini dirancang tidak hanya sebagai ruang peningkatan keterampilan, tetapi juga sebagai jawaban atas keresahan banyak SLB di Kota Bitung yang khawatir terhadap proses transisi lulusan mereka setelah menyelesaikan pendidikan formal.
Selama ini, sebagian besar SLB menghadapi tantangan dalam memastikan lulusan memiliki keterampilan praktis yang cukup dan peluang yang jelas untuk bertransformasi menuju dunia kerja atau kegiatan ekonomi produktif.
- HIGAR Segera Buka Cabang Baru di CPI Makassar, Hadirkan Kelas HYROX dan Spinning
- Cegah Anak Tidak Sekolah, Disdukcapil Bersama Disdikbud Jeneponto Sosialisasikan Pemadanan Data Dapodik, ATS Berbasis NIK
- Air Mata Haru Menetes di Tangan Danrem 141 Toddopuli, Rumah Nyaris Rubuh Kini Kokoh Berkat TMMD Ke-128
- Sulsel Kebagian 25 Sapi Kurban Presiden Prabowo, Gubernur Andi Sudirman: Akan Disalurkan ke Wilayah Prioritas
- Serap Aspirasi Warga Biringkanaya, Anggota DPRD Makassar Odhika Cakra Fokus Kawal Perbaikan Jalan
Melalui PADU, Pertamina berupaya menyediakan jembatan transisi yang lebih terarah, berupa pelatihan vokasional yang relevan serta ekosistem pendampingan yang memperkuat kesiapan lulusan dalam menghadapi dunia nyata.
Mengusung nilai inklusivitas, PADU hadir sebagai ekosistem pembelajaran terpadu yang menggabungkan pelatihan keterampilan praktis, kolaborasi multipihak, serta model produksi berbasis komunitas.
Tahun ini, PADU membuka lima kelas pelatihan, yaitu Kelas Membatik, Produksi Kriya, Barista, Menjahit, dan Dasar Komputer. Setiap kelas difasilitasi oleh lima tutor profesional yang tidak hanya mengajar, tetapi juga membuka peluang magang dan kerja bagi peserta setelah pelatihan selesai.
Program ini turut melibatkan relawan komunitas lokal untuk memastikan proses belajar berjalan inklusif, adaptif, dan suportif.
Integrated Terminal Manager Bitung, Muhammad Dody Iswanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen Pertamina dalam memperluas akses pemberdayaan bagi penyandang disabilitas.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
