Makassar Terkini
Masuk

Liverpool Layangkan Protes ke UEFA Imbas Kalah di Final Liga Champions 2022, UEFA: Maaf

Terkini.id, Jakarta – Setelah kekalahan 0-1 dari Real Madrid pada laga final Liga Champions 2021-2022, pihak Liverpool kemudian layangkan protes kepada UEFA.

Sepakbola Eropa (UEFA) meminta maaf terkait insiden yang terjadi sebelum laga final Liga Champions.

Saat itu, kubu Liverpool mendesak UEFA untuk mengusut tuntas kasus tiket palsu yang beredar di stadion, sehingga kick off final Liga Champions 2021-2022 ditunda 35 menit.

“Kami kecewa dengan masalah yang ada di pintu masuk Stade France. Kami secara resmi meminta UEFA menyelidiki masalah yang tidak dapat diterima ini,” tulis pernyataan resmi Liverpool, Dikutip dari bola bola.okezone.com Sabtu 4 Juni 2022.

Karena itu melalui laman resmi mereka, UEFA mengaku sangat menyesalkan insiden dugaan adanya tiket palsu yang berujung bentrok antara suporter dan petugas keamanan.

Kala itu, para penonton yang tertahan di luar Stade de France, terlibat gesekan dengan pihak keamanan. Insiden mengerikan terjadi menjelang pertandingan antara Liverpool vs Real Madrid di final.

Kericuhan terjadi karena menumpuknya para penggemar yang tidak masuk ke dalam stadion utama Prancis itu. UEFA menduga, hal ini terjadi dikarenakan penonton ingin masuk ke stadion menggunakan tiket palsu.

Akibat dari kejadian ini, pertandingan sempat ditunda selama hampir 40 menit untuk menunggu para penggemar masuk.

Meskipun demikian, tidak semua penggemar yang berada di luar beruntung untuk masuk ke dalam stadion. Mereka akhirnya menunggu hingga jeda pertandingan, bahkan beberapa di antaranya tidak bisa masuk sama sekali.

UEFA kemudian mengeluarkan pernyataan maaf kepada para penggemar atas insiden tersebut, dan menyesalkan kejadian tersebut. Mereka pun berjanji akan terus menginvestigasi penyebab kejadian itu.

“UEFA ingin dengan tulus meminta maaf kepada semua penonton yang mengalami atau menyaksikan peristiwa menakutkan dan menyedihkan menjelang final Liga Champions UEFA di Stade de France pada 28 Mei 2022 di Paris, pada malam yang seharusnya menjadi perayaan sepak bola klub Eropa,” tulis pernyataan UEFA dalam laman resminya.

“Tidak ada penggemar sepakbola yang harus dimasukkan ke dalam situasi itu, dan itu tidak boleh terjadi lagi,” sambung pernyataan itu.

“Untuk itu, segera setelah acara, UEFA menugaskan Tinjauan Independen untuk mengidentifikasi kekurangan dan tanggung jawab semua entitas yang terlibat dalam organisasi final,” tambah federasi yang bermarkas di Nyon, Swiss itu.