Longsor di Palopo, 9 Rumah Warga Rusak Berat

Jalan poros Palopo menuju Toraja Sulsel longsor. (Foto: Ist)

Terkini.id, Palopo – Di tengah Pandemi Covid-19, bencana tanah longsor menerjang Desa Battangbarat, Kecamatan Warabarat, Kota Palopo, Jumat 27 Juni 2020 kemarin.

Akibat dari bencana tersebut dikabarkan terdapat sembilan rumah warga yang mengalami rusak parah.

Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mengatakan longsor mengakibatkan sembilan rumah warga rusak berat di Desa Battangbarat, Kecamatan Warabarat, Kota Palopo, Sulawesi Selatan.

“BPBD Kota Palopo melaporkan longsor dipicu oleh hujan intensitas tinggi dan struktur tanah labil,” ujar Raditya dalam keterangan yang diterima redaksi terkini.id.

Selain merusak rumah warga, kata dia longsor juga mengakibatkan akses Jalan Palopo dan Tanah Toraja terputus.

Menarik untuk Anda:

“BPBD setempat melaporkan longsor tidak mengakibatkan korban jiwa. Insiden longsor serupa terjadi di wilayah yang sama seminggu yang lalu,” tuturnya.

Pasca insiden tim reaksi cepat (TRC) BPBD Kota Palopo melakukan kaji cepat di lapangan.

“Tim juga melakukan evakuasi warga terdampak. Tim yang berada di lapangan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan darurat di wilayah itu,” jelasnya.

Kota Palopo merupakan wilayah dengan tingkat risiko sedang hingga tinggi untuk bahaya tanah longsor.

Luas wilayah dengan tingkat kerentanan sedang seluas 5.272 hektar, sedangkan tinggi mencapai 11.994 hektar. Jumlah potensi populasi terpapar akibat bahaya tanah longsor mencapai 5.243 jiwa.

Masyarakat setempat diharapkan mampu mengidentifikasi potensi ancaman bahaya di sekitar.

Pada kondisi hujan dengan intensitas tinggi dan berdurasi lama dapat memicu terjadinya longsor tersebut.

Ini merupakan salah satu bentuk kesiapsiagaan berbasis komunitas menghadapi bahaya longsor atau gerakan tanah.

Di samping itu, kemampuan untuk menganalisis intensitas dan durasi hujan dapat menjadi peringatan dini masyarakat.

Indonesia sendiri telah memiliki landslide early warning system (LEWS) namun belum semua wilayah terpasang sistem ini.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMG) mengeluarkan peta zona kerentanan gerakan tanah Juni 2020 yang menunjukkan bahwa wilayah Kota Palopo termasuk berpotensi menengah hingga tinggi.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Geger TNI-Polisi Temukan Jasad WNI di Kapal Berbendera Tiongkok, Diduga Korban Penyiksaan

Penampakan Wajah Sarpan, Kuli Bangunan yang Dipukul dan Dinjak-injak Polisi di Sumut

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar