Lorong Garden di Makassar Dianggap Program Keliru

Lorong Garden di Makassar Dianggap Program Keliru

Muh Nasruddin

Penulis

Terkini.id — Pakar Planologi atau Perencanaan Tata Ruang dan Wilayah, Prof Batara Surya menyebut program lorong garden sebagai implementasi yang keliru dari konsep urban farming.

Itu disampaikan guru besar Universitas Bosowa ini dalam diskusi bertema “Bedah Program Tata Kota dan Perumahan Rakyat Pasangan Marhaban” di Café Respublica, Pettarani, Rabu 17 Juni 2020.

“Menerjemahkan urban farming. Ada dua konteks, ada skala kawasan dan rumah tangga. Jadi memperbaiki lorong, lalu menanam cabe dan tomat di atas saluran drainase, itu implementasi yang keliru,” kata Batara.

Menurutnya, Urban Farming seharusnya tidak memanfaatkan lorong yang merupakan jalur transportasi publik. Urban Farming akan lebih bermanfaat jika masyarakat memanfaatkan ruang di rumah masing-masing untuk bertani.

“Urban farming tidak menggunakan media tanah. Bisa rumah penduduk yang digunakan. Jadi ada dalam implementasi yang kita lakukan, bukan pada posisinya, sehingga tidak menyelesaikan masalah,” cetus Batara.

Baca Juga

Dalam kacamatanya sebagai akademisi, Batara menilai seorang walikota seharusnya tidak perlu mengejar banyak keberhasilan semu. Cukup membenahi masalah-masalah krusial yang pokok, maka sistem tata kota akan menjadi lebih baik.

“Makassar masalah utamanya adalah di pengendalian pemanfaatan ruang. Ini yang perlu dibenahi ke depan. Keberhasilan seorang walikota sebenarnya tidak perlu terlalu banyak. Cukup mampu menyelesaikan masalah transportasi, minimal mengurangi kemacetan. Kedua, mampu mengurangi masalah banjir. Ketiga, mampu menangani pemukiman kumuh. Keempat, mengurangi jumlah masyarakat miskin dan mampu menyiapkan perumahan yang layak,” imbuhnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.