Magang di AHASS Bisa Dikonversi 40 SKS, Mahasiswa FT UNM Dapat Pengalaman Industri

Magang di AHASS Bisa Dikonversi 40 SKS, Mahasiswa FT UNM Dapat Pengalaman Industri

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkini, Makassar – Mahasiswa Jurusan Teknik Otomotif Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (FT UNM) berpeluang mengikuti program magang industri di jaringan AHASS selama dua semester atau setara 40 SKS.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan pengalaman mahasiswa di dunia industri dengan proses pembelajaran akademik. Pelaksanaannya tetap mengacu pada regulasi yang berlaku di lingkungan perguruan tinggi.

Koordinator Program Studi D4 Mesin Otomotif FT UNM, Jumadin, S.Pd., M.Pd., mengatakan program studi mendukung penuh pelaksanaan praktik industri tersebut.

“Saya selaku Kepala Program Studi D4 Mesin Otomotif mendukung penuh praktik industri ini. Praktik industri dapat dilaksanakan selama dua semester atau setara 40 SKS selama satu tahun. Tentunya dengan memperhatikan regulasi, kami akan memastikan magang industri dapat dikonversi ke dalam 40 SKS,” jelas Jumadin.

Program magang diperkenalkan melalui kegiatan Kuliah Praktisi dan Sosialisasi Program Magang Industri bersama AHASS yang diikuti 60 mahasiswa Program Studi D4 Mesin Otomotif dan S1 Pendidikan Teknik Otomotif FT UNM.

Baca Juga

Dari jumlah tersebut, sebanyak 35 mahasiswa menyatakan minat dan mendaftarkan diri untuk mengikuti program magang di jaringan AHASS.

Ketua Program Studi S1 Pendidikan Teknik Otomotif FT UNM, Ir. Wabdillah, S.Pd., M.Pd., mengatakan pengalaman langsung di industri dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi yang selama ini diperoleh melalui pembelajaran di kampus.

“Kegiatan magang industri ini merupakan laboratorium nyata untuk menguji tiga kompetensi utama mahasiswa. Secara kognitif, mahasiswa dilatih berpikir analitis dalam memecahkan masalah teknis kendaraan yang makin kompleks. Secara psikomotorik, mereka mengasah ketajaman motorik dan presisi kerja sesuai standar baku industri modern,” ungkap Wabdillah.

Menurutnya, magang tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis. Mahasiswa juga dituntut membangun sikap profesional selama berada di lingkungan kerja.

“Yang paling krusial, magang ini membentuk aspek afektif mahasiswa, yaitu melahirkan etos kerja, kedisiplinan, dan tanggung jawab moral yang tinggi. Sinergi ketiga aspek inilah yang akan membentuk lulusan Pendidikan Teknik Otomotif menjadi calon pendidik vokasi atau profesional industri yang tangguh,” lanjutnya.

Technical Service Manager Astra Motor Sulsel, Anton Prihatno, mengatakan pihaknya siap mengawal mahasiswa yang mengikuti program tersebut.

“Kami selaku pimpinan AHASS SULSELBARTRA dan AMBON akan memastikan program ini berjalan dengan baik dan kami berjanji akan mengawal kegiatan ini dari proses seleksi hingga proses penyelesaian masa magang mahasiswa,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Jurusan Teknik Otomotif FT UNM, Prof. Dr. Drs. Syafiuddin Parenrengi, M.Pd., menilai pengalaman mahasiswa di industri menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mereka menghadapi dunia kerja.

“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri seperti ini sangat penting untuk mempersiapkan mahasiswa memasuki dunia kerja yang sesungguhnya. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan dari kampus, tetapi juga perlu memahami standar dan budaya kerja yang diterapkan di industri,” ujar Syafiuddin.

Melalui skema magang tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk belajar dalam lingkungan kerja secara langsung sekaligus mengembangkan kemampuan teknis, pemecahan masalah, kedisiplinan, dan tanggung jawab.

Kolaborasi FT UNM dengan AHASS juga menjadi upaya memperkuat keterkaitan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri otomotif, sehingga pengalaman yang diperoleh mahasiswa dapat menjadi bagian dari persiapan memasuki dunia profesional.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.