Mahasiswa Polbangtan, Penyuluh dan KWT “Berkolaborasi” Dukung Program P2L di Kabupaten Pangkep

Mahasiswa Polbangtan, Penyuluh dan KWT “Berkolaborasi” Dukung Program P2L di Kabupaten Pangkep

R
Polbangtan
Redaksi

Tim Redaksi

Kementerian Pertanian telah memiliki strategi pertanian dalam menghadapi Covid-19. Diantaranya Optimalisasi lahan dan pekarangan dengan tanaman pangan untuk kebutuhan rumah tangga.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), dalam kunjungan kerjanya di Provinsi Sulawesi Selatan beberapa hari lalu tepatnya di Kabupaten Gowa, mengajak masyarakat untuk bisa memenuhi pangannya sendiri melalui “Family Farm” (Pertanian Keluarga). Dan Kabupaten Gowa menjadi kabupaten pertama yang di canangkan Mentan SYL untuk dikembangkan Family Farm.

Hal ini kementan lakukan dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan mengantisipasi kemarau Panjang. Maka dari itu, strategi dari kementerian pertanian akan menjamin makannya rakyat yang 267 juta penduduk Indonesia. Dimasa pandemi Covid-19, banyak hal yang bisa kita kerjakan, termasuk memanfatkan pekarangan untuk di olah berbagai jenis tanaman hortikultura yang bisa menghasilkan. Kita tidak perlu jauh mencari, cukup kita ambil melalui Family Farm yang dikembangkan,” ungkap Syahrul.

Apa yang dicanangkan Mentan Syahrul, langsung ditindak lanjuti dan dibuktikan oleh mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa. Muh. Ardas Daruslam, mahasiswa jurusan peternakan terjun langsung mendampingi wanita tani dalam “Kegiatan Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) 2020 di Kelompok Wanita Tani Terong, Kelurahan Bonto Langkasa, Kecamatan Minasate’ne, Kabupaten Pangkep. Selasa (02/06).

Ardas bersama rekan mahasiswa lainnya yakni Wira satriadani, Hisbul Adillah, Shaisya Salsabila Sukra, Kiki Resky Ananda, Zulkifli M.Mubarak didampingi oleh Penyuluh Pertanian Lapangan ( PPL) Setempat, POPT PHP Setempat, berkolaborasi bersama kelompok wanita tani dalam mengembangkan pekarangan pangan lestari.

Baca Juga

Pemerintah untuk penanganan daerah prioritas intervensi stunting dan/atau penanganan prioritas daerah rentan rawan pangan atau pemantapan daerah tahan pangan. Kegiatan ini dilakukan melalui pemanfaatan lahan pekarangan, lahan tidur dan lahan kosong yang tidak produktif, sebagai penghasil pangan dalam memenuhi pangan dan gizi rumah tangga, serta berorientasi pasar untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga.

Terlebih dimasa Pandemi COVID -19 sangat efektif untuk dilaksanakan P2L dengan tujuan untuk : Meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan

pangan untuk rumah tangga sesuai dengan kebutuhan pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman dan bisa meningkatkan pendapatan rumah tangga melalui penyediaan pangan yang berorientasi pasar,” ujar Ardas.

Proses kegiatan kami mulai dari penentuan Lokasi kemudian pemagaran Lokasi, selanjutnya pembuatan green House, penimbunan Lahan dilanjutkan dengan pembuatan bedengan, pencampuran Tanah, Kompos dan sekam kasar dengan perbandingan 2:1:1, menata Lokasi areal pertanaman, pengisian polybag, dan dilakukan penanaman benih yang terdiri dari bayam, Sawi, Tomat, Terong dan Kangkung,” pungas Ardas.

Selain diversifikasi makanan, hal yang diarahkan Mentan SYL adalah tanaman pekarangan. Saya ingin kecamatan punya stok sendiri, kabupaten punya stok sendiri, bahkan desa punya yang namanya lumbung Desa. Kata Syahrul.

Diberbagai kesempatan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof Dedi Nursyamsi mengatakan ini, pertanian harus terus berproduksi, pertanian tidak boleh berhenti karena pertanian adalah zona hijau.

Pandemi Covid-19 menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu yang tetap harus bergerak, selain sektor kesehatan. Karenanya, ayo berjuang terus karena ketersediaan pangan di masyarakat adalah tanggung jawab kita,” jelas Dedi. (MUZ).

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.