BPP Gandangbatu Sillanan Sediakan 4 Varietas Kopi untuk Pembelajaran bagi Penyuluh, Petani dan Masyarakat

BPP Gandangbatu Sillanan Sediakan 4 Varietas Kopi untuk Pembelajaran bagi Penyuluh, Petani dan Masyarakat

R
Polbangtan
Redaksi

Tim Redaksi

Tana Toraja adalah satu penghasil kopi Arabika specialty yang sudah mendunia. citarasa kopi yang khas didukung dengan pesona budaya lokalita sangat mendukung untuK agrowisata sehingga Tana Toraja menjadi salah tujuan wisata kopi dunia. Luas areal pertanaman kopi Arabika di Tana Toraja seluas 9,347 Ha yang tersebar di 19 Kecamatan.

Kecamatan Gandangbatu Sillanan yang merupakan WKPP BPP Gandangbatu Sillanan dengan  areal kopi Arabika  1.540 Ha merupakan areal terluas pertanaman kopi Arabika di Tana Toraja dimana  kopi Arabika yang ditanam meliputi beberapa varietas .

Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Gandangbatu Sillanan mempunyai  kebun koleksi varietas  kopi Arabika di lahan BPP. Varietas yang ditanam di lahan BPP adalah varietas Lini S-795, Typica, Sigarar Utang, Klon Catuwai, Klon Long Beary dan Andungsari Super.

Tanaman koleksi varietas kopi Arabika di lahan BPP sudah berumur 2 tahun dan sudah mulai berbuah. Dengan adanya kebun varietas ini diharapkan Penyuluh Pertanian dapat melakukan kajian teknis dalam produktifiatas melalui inovasi teknis budidaya untuk peningkatan produksi.

Kami menyediakan koleksi ini untuk pembelajaran penyuluh, petani dan masyarakat yang tertarik mempelajari kopi Arabika, ujar Hariadi PPL Gandangbatu Sillanan.

Baca Juga

Ini salah satu upaya kami sebagai tenaga penyuluh di Kabupaten Toraja yang memang sangat dikenal sebagai daerah penghasil kopi terbaik.

Selain itu, memang kami harus berfikir inovatif untuk kemajuan pembangunan pertanian. BPP merupakan tempat berdiskusi, belajar dan tempat dimana pembangunan pertanian dimulai. Kami adalah otaknya petani, kami harus berbuat yang terbaik untuk petuni, ujarnya.

Kegiatan inovatif ini merupakan peran optimal dari penyuluh. “Penyuluh haruslah dream academic petani yang memiliki kemampuan teknis dan intelektual tinggi. Penyuluh adalah otaknya petani,  dan manajemen serta hatinya petani, yang selalu mendampingi petani,” ujar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo disebuah kesempatan.

Senada dengan perkataan Mentan, Prof. Dedi Nursyamsi, Kepala BPPSDMP mengatakan bahwa kegiatan tidak boleh berhenti, bahkan peran penyuluh justru menjadi sangat penting untuk meningkatkan produksi pertanian.

Dedi berharap para penyuluh untuk tetap aktif dan produktif mendampingi petani, agar proses budidaya di lahan masing-masing panen dan pemrosesannya berjalan dengan baik.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.