Tana Toraja adalah satu penghasil kopi Arabika specialty yang sudah mendunia. citarasa kopi yang khas didukung dengan pesona budaya lokalita sangat mendukung untuK agrowisata sehingga Tana Toraja menjadi salah tujuan wisata kopi dunia. Luas areal pertanaman kopi Arabika di Tana Toraja seluas 9,347 Ha yang tersebar di 19 Kecamatan.
Kecamatan Gandangbatu Sillanan yang merupakan WKPP BPP Gandangbatu Sillanan dengan areal kopi Arabika 1.540 Ha merupakan areal terluas pertanaman kopi Arabika di Tana Toraja dimana kopi Arabika yang ditanam meliputi beberapa varietas .
Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Gandangbatu Sillanan mempunyai kebun koleksi varietas kopi Arabika di lahan BPP. Varietas yang ditanam di lahan BPP adalah varietas Lini S-795, Typica, Sigarar Utang, Klon Catuwai, Klon Long Beary dan Andungsari Super.
Tanaman koleksi varietas kopi Arabika di lahan BPP sudah berumur 2 tahun dan sudah mulai berbuah. Dengan adanya kebun varietas ini diharapkan Penyuluh Pertanian dapat melakukan kajian teknis dalam produktifiatas melalui inovasi teknis budidaya untuk peningkatan produksi.
Kami menyediakan koleksi ini untuk pembelajaran penyuluh, petani dan masyarakat yang tertarik mempelajari kopi Arabika, ujar Hariadi PPL Gandangbatu Sillanan.
- Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Dikabarkan Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi PBG
- Marak Geng Motor, Ketua Umum Matadoor Desak Polrestabes Makassar Bertindak Tegas
- Ditjenpas Bentuk Tim Investigasi Usai Ombudsman Temukan Dugaan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong
- Bupati Jeneponto Lantik Anggota BPD Masa Bakti 2026-2034
- Komitmen Tak Intervensi Proses Hukum Bupati Gowa, Sikap Fadil Imran dan Keluarga Patut Diapresiasi
Ini salah satu upaya kami sebagai tenaga penyuluh di Kabupaten Toraja yang memang sangat dikenal sebagai daerah penghasil kopi terbaik.
Selain itu, memang kami harus berfikir inovatif untuk kemajuan pembangunan pertanian. BPP merupakan tempat berdiskusi, belajar dan tempat dimana pembangunan pertanian dimulai. Kami adalah otaknya petani, kami harus berbuat yang terbaik untuk petuni, ujarnya.
Kegiatan inovatif ini merupakan peran optimal dari penyuluh. “Penyuluh haruslah dream academic petani yang memiliki kemampuan teknis dan intelektual tinggi. Penyuluh adalah otaknya petani, dan manajemen serta hatinya petani, yang selalu mendampingi petani,” ujar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo disebuah kesempatan.
Senada dengan perkataan Mentan, Prof. Dedi Nursyamsi, Kepala BPPSDMP mengatakan bahwa kegiatan tidak boleh berhenti, bahkan peran penyuluh justru menjadi sangat penting untuk meningkatkan produksi pertanian.
Dedi berharap para penyuluh untuk tetap aktif dan produktif mendampingi petani, agar proses budidaya di lahan masing-masing panen dan pemrosesannya berjalan dengan baik.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
