Manisnya Sirup DHT Khas Makassar, Sirup Dari Hasil Tenaga

 

Terkini.id – Bagi orang Makassar, ada minuman sirup wajib yang menjadi andalan di setiap rumah saat  bulan puasa. Sirup DHT namanya, atau biasa juga dikenal dengan sirup pisang ambon.

Sirup ini digunakan untuk beragam sajian makanan, seperti campuran pisang ijo, es buah, dan lainnya. Tetapi dapat juga diminum langsung.

Baca Juga: Ini Jus Pisang Ijo Kreasi Hotel Melia Makassar

Sirup DHT dibuat dari bahan gula, air, dan bahan penambah cita rasa. Sebanyak 65 persen bahan menggunakan gula. Sehingga bentuknya kental.

Sirup DHT telah diproduksi selama puluhan tahun. Tetapi hingga saat ini masih tetap menjadi kegemaran di berbagai kalangan warga Kota Makassar.

Baca Juga: Ini Minas, Minuman Khas Sinjai Pengganti Minuman Alkohol

Peminat sirup DHT bukan hanya berasal dari Makassar melainkan juga berada di luar Kota Makassar. Hal ini menjadikan sirup DHT menjadi oleh-oleh khas Makassar.

Sirup DHT dikemas dengan menggunakan botol kaca, alasannya untuk mempertahankan aroma dan rasa sirup agar tidak berubah.  Tapi untuk pengiriman ke luar daerah dengan pesawat, sudah ada kemasan botol plastik agar lebih ringan.

Setiap botol sirup DHT dijual dengan harga sekitar  Rp 22 ribu.

Baca Juga: Ini Minas, Minuman Khas Sinjai Pengganti Minuman Alkohol

Sirup DHT, mungkin banyak dari kita yang menanyakan apa arti dari nama sirup tersebut. DHT sendiri merupakan nama produsen sirup ini, yaitu CV. DHT yang saat ini beralamat di Jalan Macanda, Tamarunang, Kabupaten Gowa.

Pengamat budaya Tiong Hoa Muhammad David Aritanto mengatakan, DHT adalah singkatan: Dari Hasil Tenaga. Maksudnya bahwa sirup ini merupakan hasil olahan rumah tangga atau handmade.

“Orang dulu singkat-singkat ji kasi nama,” kata David kepada Makassar Terkini.

David menjelaskan, tulisan pisang ambon dalam kemasan menunjukkan jenis esens atau ekstrak yang digunakan adalah ekstrak pisang ambon. Sementara gambar buah-buahan adalah kreasi pemilik untuk membuat kemasan sirup tambah menarik.

“Sampai sekarang tidak pernah diganti,” katanya.

David menjelaskan, sirup DHT ini lahir dari kondisi pemilik yang kala itu kesulitan ekonomi. Untuk bertahan hidup, sirup DHT pun tercipta. “Kesulitan ekonomi kadang membuat orang lebih cerdas,” ungkapnya.

“Kini sirup DHT sudah dikelola oleh generasi kedua,” tambah David.

 

Arie Kurniawan

 

Bagikan