Mantan Kepala BIN Hendropriyono Beri Tanggapan Soal Namanya Dikaitkan Ponpes Al Zaytun

Mantan Kepala BIN Hendropriyono Beri Tanggapan Soal Namanya Dikaitkan Ponpes Al Zaytun

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono memberi tanggapan terkait namanya yang belakangan ini kerap dikaitkan dengan Pondok Pesantren Al Zaytun dan Panji Gumilang.

Bahkan dirinya dikabarkan menjadi beking dari keberadaan Ponpes Al Zaytun dan sosok Panji Gumilang.

Mengutip suara.com, jaringan terkini.id, Hendropriyono angkat bicara. Ia membantah atas tudingan yang dialamatkan pada dirinya.

Menurut dia, Panji Gumilang kala itu meminta Presiden RI ke-3 BJ Habibie meresmikan ponpes tersebut.

Ketika itu Habibie meminta Menteri Agama untuk menyelidiki pesantren yang ada di Kabupaten Indramayu itu.

Saat itulah Hendropriyono mengaku pertama kali mendengar nama pesantren Al Zaytun.

Kemudian pada masa pemerintahan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri, ketika menjabat sebagai Kepala BIN, Hendropriyono diminta untuk menggantikan Megawati yang dijadwalkan menghadiri peletakan batu pertama pembangunan gedung pembelajaran di Al Zaytun.

Saat menghadiri acara itulah Hendropriyono mengaku pertama kali berkenalan dengan Panji Gumilang.

Dan sejak itu pula Hendropriyono melihat secara politik tak ada masalah dengan Ponpes Al Zaytun.

Atas dasar itu, ia mengaku heran ketika ada pihak-pihak yang menudingnya menjadi beking di balik Ponpes Al Zaytun.

Ia menegaskan tidak memiliki kekuatan apa-apa untuk membekingi ponpes itu.

Namun dalam kesempatan berbeda, mantan Kepala BIN itu mengakui pernah menggandeng Panji Gumilang untuk menghambat pergerakan Negara Islam Indonesia (NII).

Hal itu dilakukan selepas Hendropriyono dilantik menjadi Kepala BIN pada 2021.

Ketika itu, ia mendapatkan informasi kalau pendiri Al Zaytun tengah menrekrut orang-orang untuk menjadi kader NII.

Langkah pertama yang dilakukan ketika itu, kata Hendropriyono, adalah mengangkat mantan Panglima Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) Abdul Fatah Wirananggapatih sebagai agen BIN.

Tak hanya itu, Hendropriyono juga merekrut putra Pendiri DI/TII dan NII Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo, Sardjono Kartosoewirjo.

Melalui dua orang tersebut, ia mengaku berhasil bertemu dengan Panji Gumilang dan mengundangnya ke Kantor BIN, Jakarta Selatan sepanjang 2001 hingga 2004.

Menurut dia, ideologi dan aktivitas kader NII berseberangan dengan pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri yang barhaluan nasionalis.

Karena itu, Hendropriyono menilai BIN perlu menggandeng Panji untuk menghalau gerakan NII yang berusaha membentuk pemerintahan sendiri berdasarkan ajaran agama Islam.

Menurut Hendro, upayanya berhasil. Setelah berhasil menggelang Panji Gumilang, rekrutmen NII pun bubar dengan sendirinya. (suara.com)

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.