Terkini.id, Jakarta – Krisis minyak goreng belum terselesaikan, baru-baru ini PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menghentikan pengoperasian pabrik amonia akibat kekurangan pasokan gas. Pasalnya, gas merupakan bahan baku pupuk.
“Pabrik yang memproduksi amonia dan pupuk urea tersebut terpaksa dihentikan akibat tidak adanya pasokan bahan baku gas,” kata Direktur Operasi dan Produksi PIM Jaka Kirwanto dikutip dari laman CNN Indonesia pada Jumat, 11 Maret 2022.
Jaka mengatakan pasokan gas yang diberikan sebelumnya hanya mampu menjalankan tes pengujian pabrik saja. Sementara alokasi gas yang dijanjikan pemerintah hingga saat ini belum datang.
“Pemerintah sudah mengalokasikan lima kargo gas per tahun untuk pengoperasian pabrik amonia PIM-1, namun saat ini ada beberapa kendala yang menyebabkan bahan baku gas tidak dialokasikan,” kata Jaka Kirwanto.
Jaka berharap problematika kekurangan gas ini bisa segera terselesaikan sehingga bisa memenuhi kebutuhan pupuk petani di Provinsi Aceh
“Pabrik PIM-1 dan PIM-2 memiliki kapasitas produksi yang sama yakni 570 ribu ton per tahun. Jika kedua pabrik ini dapat beroperasi maka kapasitas produksinya bisa mencapai dua kali lipat,” katanya.
Permasalahan pupuk ini menjadi episode baru dari kelangkaan bahan-bahan lain sebelumnya.
Situasi ini menuai banyak komentar warganet. Semakin hari, masyarakat semakin bersua melalui sosial media. Kebanyakan meminta pemerintah agar segera bertindak membantu masyarakat.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
