Media China Nyatakan 51 Pasien Virus Corona Sembuh dan Dipulangkan dari RS

Terkini.id, Jakarta – Media nasional China melaporkan, sedikitnya 51 pasien virus corona telah dinyatakan sembuh.

Pasien yang sembuh tersebut dilaporkan kini sudah boleh pulang dari rumah sakit (RS) tempat mereka dirawat sebelumnya.

Melansir dari kantor berita China, Xinhua News Agency dan televisi nasional China, China Global Television Network (CGTN), Selasa 28 Januari 2020, sedikitnya 51 pasien virus corona di China telah dinyatakan sembuh dari virus yang memicu telah menjadi wabah global ini.

“Sebanyak 51 pasien telah sembuh dan dipulangkan,” demikian seperti dilaporkan media nasional China, yang juga dikutip oleh BBC dan abc.net.au.

Tidak dijelaskan lebih lanjut di wilayah mana saja para pasien yang dinyatakan sembuh itu. Namun laporan terbaru Xinhua News Agency menyebut dua pasien di antaranya yang dinyatakan sembuh berasal dari Provinsi Jiangxi dan dari Provinsi Shandong, keduanya ada di wilayah China bagian timur.

Menarik untuk Anda:

Pasien yang sembuh di Provinsi Jiangxi disebut sebagai seorang pria berusia 38 tahun, yang terinfeksi setelah mengantarkan seorang temannya ke kota Honghu di Provinsi Hubei, yang menjadi pusat dari wabah virus corona.

Pasien di Jiangxi ini didiagnosis menderita pneumonia novel coronavirus (2019-nCoV), nama resmi virus corona, dan sempat dinyatakan kritis. Kondisinya dilaporkan membaik setelah menjalani perawatan medis di Departemen Gangguan Pernapasan dan Perawatan Kritis pada Rumah Sakit Universitas Nanchang.

Antara SARS, MERS, dan Virus Corona:

Satu pasien lainnya yang dinyatakan sembuh di Provinsi Shandong merupakan seorang pria berusia 37 tahun. Dia disebut berasal dari kota Wuhan — tempat asal-muasal virus corona — namun bekerja di Rizhao, Provinsi Shandong. Dia juga didiagnosis pneumonia novel coronavirus sebelum dinyatakan sembuh pekan ini.

Laporan CGTN secara terpisah pada Senin (27/1) waktu setempat, menyebut dua pasien virus corona di Beijing juga dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Satu pasien lainnya yang juga dinyatakan sembuh, seperti dilaporkan China Daily dan dilansir The Star, ada di kota Shanghai. Pasien ini merupakan seorang wanita berusia 56 tahun yang bermarga Chen. Chen dinyatakan sembuh setelah dikarantina dan dirawat selama lebih dari dua minggu terakhir. Dia merupakan warga kota Wuhan dan mengalami gejala virus corona sejak 10 Januari lalu, sebelum dirawat sejak 12 Januari.

Chen menjalani beberapa pemeriksaan untuk memastikan dia sudah tidak terinfeksi, sebelum dibebaskan dari karantina. Laporan Beijing Daily Newspaper pada Minggu (26/1) menyebut Chen menunjukkan peningkatan setelah hasil CT scan pada paru-paru dan hasil dua tes darah terpisah menunjukkan dia bebas dari virus corona. Tidak dijelaskan lebih lanjut soal perawatan dan obat yang diberikan kepada Chen sehingga dia bisa sembuh.

Terlepas dari itu, otoritas China hingga kini masih terus melakukan penelitian untuk mengatasi virus ini. Vaksin untuk virus corona belum ada. Namun para pasien yang terinfeksi bisa sembuh jika mendapatkan perawatan medis sejak dini. Dalam kasus-kasus yang mematikan, menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), kebanyakan korban yang tewas akibat virus corona merupakan warga yang sudah lanjut usia, yang sebagian besar memiliki penyakit lain sebelumnya.

Laporan terbaru otoritas China, seperti dilaporkan CGTN, menyebut total 106 orang tewas akibat virus corona di China. CGTN juga melaporkan saat ini total ada 4.275 kasus virus corona yang terkonfirmasi di berbagai wilayah China. Virus yang pertama kali muncul di kota Wuhan, Provinsi Hubei pada akhir tahun lalu ini, telah menyebar ke negara-negara lain di dunia. Sedikitnya 15 negara dikonfirmasi tengah menangani puluhan kasus virus corona.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Kerennya Cara Silvany Pasaribu Menjawab Tuduhan Delegasi Vanuatu soal Pelanggaran HAM di RI

Meninggal saat Mencuri, Jenazah Wanita Ini Diangkut Pakai Motor

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar