Melihat Cara-cara PT Vale Memberdayakan Masyarakat Demi Keberlanjutan

Melihat Cara-cara PT Vale Memberdayakan Masyarakat Demi Keberlanjutan

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Hal ini pula yang ditegaskan Head of Corporate Communications PT Vale Indonesia,
Vanda Kusumaningrum saat hadir memberi materi dalam Pelatihan Jurnalistik ‘Menguasai Jurnalisme Modern: Dari Pelaporan Mendalam Hingga Distribusi Digital’ untuk para wartawan di Makassar, Malili, Morowali dan Kolaka. yang berlangsung secara hybrid.

Bicara tentang manusia, maka tentu bicara tentang empati. Vanda menjelaskan,
perusahaan terus meningkatkan transparansi, keterbukaan serta empati.

“Tujuan kita adalah meningkatkan kualitas hidup dan mengubah masa depan dengan
bersama-sama. Karena itu kita selalu harus selalu berkomunikasi mendengarkan
masyarakat, inklusif, terbuka dan transparan khususnya di tiga daerah operasi kami,”
ungkap Vanda dalam pelatihan yang berlangsung pada hari kedua, Sabtu 30 November
2024.

Vale selalu berkomitmen memberi bukti transparansi, keterbukaan dan menunjukkan
empati di tiga lokasi operasi kami,” ungkap Vanda.

Makanya, dalam proyek terbaru PT Vale Indonesia, yang dibangun di Sulawesi Tengah,
Vanda menegaskan proyek itu sangat memperhatikan aspek-aspek human right,
lingkungan dan menghadirkan pemberdayaan pemberdayaan untuk masyarakat.

Baca Juga

“Proyek terbaru kita, yang baru ditandatangani (awal November 2024), berupa
pengolahan nikel net zero, dengan teknologi High-Pressure Acid Leaching (HPAL) bernilai
USD1,4 miliar,” ungkapnya. Investasi Vale bersama mitranya, GEM Co Ltd di Beijing,
China, berkomitmen untuk membangun (i) Pusat Penelitian dan Pengembangan sebesar
$40 juta untuk transfer pengetahuan dan pengembangan talenta lokal Indonesia, (ii)
$30 juta untuk ESG Compound yang mencakup lanskap hijau, asrama karyawan, suplai
air domestik, dan pengolahan limbah, serta (iii) $10 juta untuk komitmen pembangunan
masyarakat dan fasilitas umum.

Bukti Transparansi, Vale Jawab Kritikan WALHI

Menariknya, dalam pelatihan yang digelar Bisnis Indonesia Learning Center (Bilec) itu,
Vale juga menunjukkan keterbukaan dan transparansinya dengan menjawab kritikan
dari aktivis Wahana Lingkungan Hidup (WALHI).

Penyelenggara pelatihan, Bilec, turut menghadirkan Kepala Departemen Advokasi dan
Kajian WALHI Sulsel, Slamet Riadi sebagai pemateri pelatihan yang melibatkan hampir
100 jurnalis sebagai peserta itu.

Dalam pemaparannya, WALHI menyampaikan kritik atas upaya Vale mengeksplorasi
blok Tanamalia, yang mengganggu mata pencaharian warga petani kebun lada.
Meskipun Slamet mengakui bahwa lahan yang digarap warga itu memang lahan konsesi
PT Vale Indonesia.

Terkait kritikan tersebut, Vanda menegaskan sikap perusahaan yang tetap menjalankan
prinsip-prinsip keterbukaan serta transparansi dalam penyelesaian lahan tambang di
Kawasan Itu.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.