Terkini.id, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah, menjawab dilema penentuan status pasien ODP, PDP dan OTG, dengan mempercepat pemeriksaan tes swab di Balai Laboratorium Kesehatan laboratorium (BLK).
Hal tersebut berdasarkan kasus penentuan status ODP dan PDP yang dinyatakan meninggal dunia.
Kejadian tersebut cukup menjadi pelajaran berharga bagi gugus tugas penanganan Covid-19 di Sulawesi Selatan. Pasalnya, ada yang dinyatakan ODP dan PDP meninggal dunia sementara dalam proses perawatan di Rumah Sakit, sedangkan hasil tes swabnya belum usai.
“Maka saya minta kemarin itu kepada rumah sakit, mereka masuk langsung swab. Kita juga minta lab prioritaskan semua yang terbaring di rumah sakit,” bebernya.
“Jangan dicampur OTG dan lain sebagainya, jangan. Jadi ada jalur khusus yang sudah terbaring supaya pagi diswab sore sudah ada hasil,” jelas Nurdin Abdullah orang nomor satu di Sulsel ini.
- Rapat Integrasi Soal Aset dan Gugus Tugas Reforma Agraria, Wali Kota Palopo Harap Urus Tanah Tidak Lagi Susah
- Kabar Baik, Kesembuhan Harian Pasien Covid-19 di Sejumlah Daerah Naik Pesat
- Bertambah 7 Orang, 26 Pasien Positif Covid-19 Jeneponto Dinyatakan Sembuh
- Tim Gugus Tugas Tutup Sementara Sebuah Puskesmas di Bantaeng, Alasannya?
- Update Terbaru Kasus Virus Corona di Bulukumba, Pasien Positif Bertambah 5 Kasus
Ia mengaku, memang ini suatu dilema bagi gugus tugas. Sebab saat ODP dan PDP masuk rumah sakit langsung disuruh tanda tangan siap untuk mengikuti protokol Covid.
“Dilema bagi kita, sudah dikebumikan baru hasilnya keluar. Hal-hal seperti ini kan pasti kita menghadapi tuntutan masyarakat. Loh kok keluarga saya negatif kok, kenapa dibawa kesana (Pemakaman Covid-19) kan. Makanya kita berharap mulai hari ini tidak ada lagi seperti itu, supaya masyarakat juga ada kepastian,” urainya.
Gubernur Nurdin Abdullah mengaku sudah pernah berkali-kali mengingatkan pihak rumah sakit agar melakukan tes swab langsung setiap pasien PDP dan ODP.
“Saya sudah berkali-kali ingatkan rumah sakit langsung swab, jangan cuman tanda tangan udah aman, bukan. Mereka tandatangan langsung swab dan jalurnya juga kaya di Rumah Sakit Wahidin, masuk pagi sore hasilnya udah keluar,” tuturnya.
“Nggak usah tunggu berhari-hari, karena menjadi dilema bagi kita gugus tugas. Sehingga posisi PDP kita tidak pakai protokol Covid terus keluar hasilnya positif kan ini jadi repot lagi. Tapi mudah-mudahan tidak akan terjadi,” tegasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
