Mengapa Jokowi Mencari Menteri Muda Berusia 20-30 Tahun?

Mengapa Jokowi Mencari Menteri Muda Berusia 20-30 Tahun?

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini.id, Makassar – Periode kedua Presiden Jokowi bakal diisi oleh tokoh-tokoh muda di kabinetnya.

Jokowi tengah mencari calon menteri yang akan mengisi Kabinet Kerja Jilid II. Dalam berbagai kesempatan Jokowi mengisyaratkan jika pada periode kedua pemerintahannya bakal diisi oleh anak-anak muda berusia 20-30 tahun.

Meskipun banyak yang khawatir calon menteri muda tak berpengalaman, akan tetapi, Jokowi menegaskan itu bukan persoalan besar.

Jokowi akan dibantu oleh para menteri koordinator yang pengalamannya tak diragukan lagi.

“Kan menteri bolehlah yang umur 20-25 tahun kan juga enggak apa-apa. Atau yang 25-30. Biar yang muda-muda bisa belajar kepemimpinan negara. Mungkin yang banyak 30-40. Tapi yang muda seperti yang 25-30, kenapa tidak sih,” kata Jokowi seperti dilansir dari merdekacom.

Jokowi tentu punya berbagai alasan mengapa menginginkan menteri muda dalam kabinetnya.

Jika dilihat dari berbagai pernyataannya di media, beberapa kriteria yang diinginkan oleh Jokowi memang cocok diisi oleh orang muda.

Salah satu kelebihan anak muda adalah bisa mengeksekusi program dengan baik. Selain itu, anak muda juga dinilai punya keahlian manajerial yang lebih baik, hingga mampu mengikuti perubahan zaman.

“Sekarang ini dan ke depan, diperlukan orang-orang yang dinamis, fleksibel. Mampu mengikuti perubahan zaman yang sangat cepat,” kata Jokowi dalam tayangan di Kompas TV, beberapa waktu lalu.

Paling penting, anak muda juga lebih energik. “Energik dan itu ada di anak-anak muda,” kata Jokowi lagi.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.