Mengejutkan, Ini 4 Fakta Baru Kasus Video Syur ‘Vina Garut’

Video Gangbang
Ilustrasi video gangbang. (Foto: Tribunnews)

Terkini.id, Garut – Video syur ‘Gangbang’ 3 in 1 yang menyeret biduan asal Garut, Jawa Barat, Vina, masih menjadi perbincangan hangat publik Tanah Air hingga saat ini.

Pasalnya, dalam video panas tersebut memperlihatkan satu pelaku perempuan yakni Vina yang masih berusia belasan tahun, digilir tiga pelaku laki-laki.

Pihak kepolisian sampai saat ini masih terus mendalami kasus ini. Polisi sendiri telah berhasil menetapkan tiga tersangka dalam kasus tersebut. Namun dari tiga tersangka, polisi hanya menahan dua orang.

Dari hasil penyelidikan, terungkap fakta-fakta mengejutkan pada kasus video heboh itu. Dilansir dari laman Merdeka, Rabu, 21 Agustus 2019, berikut fakta-fakta baru terkait video syur ‘Vina Garut’.

Vina Garut
Tersangka video syur ‘Vina Garut’. (Foto: Merdeka)

1. Satu tersangka positif HIV.

Polisi melakukan pemeriksaan terhadap tiga tersangka Video Vina Garut. Para tersangka yaitu perempuan berinisial V dan dua pria berinisial A dan W. Dari hasil pemeriksaan, satu tersangka positif mengidap HIV, sementara dua lainnya negatif.

“Satu tersangka yang positif virus HIV adalah A (31). A ini adalah salah satu pemeran dan mantan suami dari pemeran perempuan dalam video tersebut,” ujar Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng di Mapolres Garut.

2. Satu tersangka tidak ditahan.

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, A tidak tahan. Polisi hanya menahan dua orang pemeran video Vina Garut yakni V dan W. Tersangka A tak ditahan lantaran positif mengidap virus HIV.

A masih menjalani perawatan setelah kondisi kesehatannya menurun drastis akibat penyakit yang dideritanya.

Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mapaseng mengatakan, bahwa tersangka A dalam keadaan tidak berdaya saat kasus ini terungkap. Hal inilah yang membuatnya tidak ditahan seperti dua pemeran lainnya.

Namun, ia memastikan penyidikan terhadap A tetap berlanjut. “Kita tidak menahannya, namun proses hukumnya tetap berjalan,” kata Maradona.

Vina Garut
Pemeriksaan tersangka video syur ‘Vina Garut’. (Foto: Grid)

3. Tersangka A tengah menjalani terapi.

Polisi terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memeriksa tersangka A lebih lanjut. Selain itu, polisi meminta agar virus tersebut dipelajari agar diketahui asal usulnya dari mana.

Sejak dilakukan penangkapan, polisi tak menahan A karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan. A hingga saat ini masih menjalani terapi sampai kondisinya membaik dan kemudian diperiksa di Polres Garut.

Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng menyebut bahwa kemungkinan A melarikan diri sangat kecil karena tidak bisa berdiri dengan kakinya sendiri. “Saat kita tangkap saja untuk duduk tidak bisa sehingga kita lebih memilih untuk tidak menahan,” katanya.

4. Satu orang masih buron.

Saat ini, pihak kepolisian masih memburu satu orang lagi terkait video ‘Vina Garut’ yang sempat ramai di media sosial. Ia adalah seorang pria yang diduga berperan menyebarkan video tersebut.

Pria yang masih buron ini dianggap menjadi kunci alasan maupun motif mengapa video ini disebar.

“Kita masih lakukan pengejaran terhadap satu lainnya,” kata Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng di Mapolres Garut.

Komentar

Rekomendasi

Adu Jotos di Pinggir Jalan, Bapak Tua Ini Tersungkur Dihajar Pria Bertato

BPPD Sulsel Berduka, Shaifuddin Bahrum Sang Sutradara Film Ati Raja Tutup Usia

Bonceng Penumpang Motor Lebih dari Satu Orang Bisa Dihukum Penjara

Ada Bukti CCTV, Imigrasi Akhirnya Akui Harun Masiku Tiba di Jakarta Sejak 7 Januari

Federasi Aero Sport Bakal Ajarkan Chaerul Jadi Kopilot

Lutfy Si Pembawa Bendera Disetrum dan Disiksa, Amnesty International Kecam Polisi

Kena Kanker Usus, Henky Solaiman ‘Wak Sain’ Pamit dari Dunia Terbalik

Kakek Samirin yang Dituduh Curi Getah Karet Rp 17.000 Bebas Usai Divonis 2 Bulan

Gegara Disebut Kawasan Kumuh dan Kriminal, Warga Priok Demo Kantor Yasonna Laoly

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar