Mengenal Dokter Onasis, Sosok yang Disebut Bakal Mendampingi Danny Pomanto

Dokter Onasis
Dokter Onasis

ONASIS

Satu malam di pertengahan tahun 90-an. Saya agak lupa persisnya, tapi ingat kejadiannya: saya datang terlambat ke Stadion Sepak Bola Mattoangin, padahal kesebelasan PSM Makassar sedang menjamu lawan.

Mungkin ini menit-menit terakhir, PSM unggul dan sorak-sorai penonton membahana sampai di luar.

Saat bergegas memasuki stadion, saya berpapasan dengan becak yang dikayuh cepat-cepat. Di atasnya duduk berdempetan dua anak muda berkaos merah.

Perempuannya jelita, lelakinya tertunduk menghindari tatapan orang-orang yang berkeliaran di luar stadion. Rupanya, pasangan ini beranjak pergi sebelum jadi obyek kerumunan penonton.

Siapa gerangan? Desy Ratnasari, artis muda bintang Lux yang sedang naik daun, dan lelaki kawan saya ini: Onasis Ande. Kata orang-orang, mereka sepasang kekasih … haha.

Tapi sudahlah. Saya yang jurnalis muda datang untuk meliput hasil pertandingan sepak bola, bukan berita hiburan para selebritas. Lagi pula, masa telah berlalu begitu panjang, dan keduanya sudah punya kehidupan sendiri.

Saya hanya ingin mengabarkan bahwa sampai sekarang pun saya masih berkawan dengan Onasis. Nama sebenarnya adalah Taufiqqulhidayat Ande.

Ia seorang dokter spesialis radiologi, tapi tak tampak benar ke-dokter-annya saat ia duduk di warung kopi mengobrol kian kemari.

Tak banyak orang yang lahir dari keluarga kaya dan terpandang, tapi tetap rendah hati, sederhana, dan mudah berkawan seperti Onasis.

Saat saya mengenalnya di tahun 90-an itu, perusahaan Tiga Utama yang dibangun ayahnya, Ande Abdul Latief sedang moncer-moncernya. Perusahaan ini merintis usaha perjalanan haji yang nyaman dan berkelas bagi warga mampu, yang dikenal dengan ONH Plus.

Bayangkanlah kebesaran Tiga Utama saat itu: melayani Presiden Soeharto sekeluarga berhaji, mengongkosi klub sepak bola PSM Ujungpandang, memberangkatkan jamaah haji Malaysia, Brunei, Laos dan Kamboja, dan pernah berencana membeli pesawat angkutan haji sendiri.

Eh, dan artis Desy Ratnasari nyaman berbecak ria dengan putranya. Duluuu …

Kediaman keluarga Onasis di Jalan Andi Mappanyukki, Makassar adalah tempat berkumpul semua kalangan di kota itu: wartawan, suporter PSM, mahasiswa, pelintas jalan. Rumah besar di kawasan mahal yang lebih dari setengahnya dijadikan masjid.

Di tengah kegemilangan hidup keluarga itu, saya melihat Onasis tidak terlena. Ia merintis usaha sendiri dengan menjadi agen surat kabar dan majalah di Kota Makassar dengan karyawan dan loper sendiri.

Tak besar benar usahanya, tapi itu pula yang mendekatkan Onasis dengan saya dan banyak wartawan kota Makassar saat itu. Saya pernah menemaninya menemui kantor agen besar jaringannya di Jakarta, di sebuah bangunan di Jalan Raden Saleh. Mungkin ia datang hendak menyetor hasil penjualan atau menambah oplag majalah.

Dan di sela-sela kegiatannya itu, Onasis tetap tekun menempuh pendidikan dokter di Universitas Hasanuddin.

Kini, Onasis yang menikah dengan seorang dokter sealmamater, telah dikaruniai beberapa putri, dan telah pula membuka praktek.

Saya dengar, sebagai dokter, Onasis begitu populer karena pelayanan cuma-cuma untuk pasien tak mampu. Dan karena itulah, antrian panjang pasien dari kalangan bawah kota Makassar terlihat begitu panjang setiap malam di kediamannya.

Waktu berlalu, disisakannya yang indah-indah untuk dikenang. Saya tak terlalu banyak mengingat kebersamaan dengan Onasis.

Maklum, kami tinggal di kota yang berbeda. Tapi saya selalu ingat becak itu hehe ….

Dan saya tiba-tiba ingin menulis tentang Onasis saat membaca seliweran berita pagi ini, bahwa nama sang dokter ternyata juga digadang-gadang menjadi kandidat walikota Makassar.

Saya sungguh senang, bahwa wajah-wajah baru, muda, segar dan dengan rekam jejak yang baik kini bermunculan. Bukan hanya para politisi tua, kuno, perokok dan bercincin batu akik tebal yang hanya melongok dari balik baliho yang mengangkangi jalan raya.

Selamat pagi, sahabatku Dokter Onasis!

Tulisan ini sudah pernah tayang di Facebook Tomi Lebang dengan judul: ONASIS

Komentar

Rekomendasi

SOP Salat Jumat Masjid ‘Jarang’

APD Jas Hujan

Sepenggal Cerita Awak Kabin Mengudara di Tengah Pandemi Covid-19

Seribu Bayangan Kematian di Udara

Isra’ Mi’raj dan Dunia Global

Apa Kabar Omnibus Law?

Pelakon Ekonomi Kerakyatan di Zaman Social Distancing

Al-Isra Wal-Mi’raj dan Covid-19

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar