Mengintip ‘Joko dan Bowo’, Film Penyejuk Panasnya Situasi Politik

Web Series Joko & Bowo

Terkini.id,Jakarta – Menjelang Pilpres 17 April 2019 mendatang, aroma politik semakin memanas dan membuat sikap toleransi dan definisinya mulai terburamkan.

Isu SARA dan politik identitas yang akhir-akhir ini digaungkan di permukaan menjadikan kurangnya tayangan edukatif khususnya bagi anak-anak dan milenial. Oleh karena itu Muslimahdaily.com berkerjasama dengan Dacore Production ingin menyajikan webseries ramah anak dan nostalgia milenial (berlatar 2000-an awal) tentang bagaimana toleransi perlu dipupuk sejak dini dengan judul “JOKO dan BOWO”.

Sutrada Web Series Joko & Bowo, Adam Wiradi Arif, menuturkan bahwa film tersebut merupakan cerita mengenai Joko & Bowo, dua orang anak Sekolah Dasar yang bersahabat. Keduanya ingin menjadi ketua kelas demi mendapatkan hati murid baru yang bernama Pertiwi.

Lanjut Adam menjelaskan bahwa dalam perjuangan dua anak SD ini, banyak kendala-kendala yang dihadapi Joko&Bowo.

Pemeran Web Series Joko & Bowo

“Film ini sederhana. Dulu saya merasa kalau lihat orang itu suka malu. Tapi setelah ngobrol, ternyata orannya asik. Hal itu yang ingin saya sampaikan, kalau ketemu oran baru, berbeda, coba deh ngobrol,” jelasnya.

Lanjut Adam menyampaikan bahwa Web series Joko & Bowo memuat nilai-nilai yang saat ini sangat dekat dengan masyarakat.

“Web series ini memuat nilai-nilai seperti toleransi, kepemimpinan, persahabatan, hingga cara mendapatkan sesuatu,” ujar Adam dalam keterangan tertulisnya yang diterika redaksi TERKINI.ID atau Makassar Terkini, Senin 1 April 2019.

Tema film yang dia usung ini, kata pria Sunda ini mengatakan berdasarkan kondisi akhir-akhir ini, nilai-nilai toleransi mulai padam. Bahkan pendidikan tentang toleransi sendiri kurang dipupuk sejak dini,” ujarnya.

“Film ini bukan hanya sebagai sarana edukasi, namun juga menjadi sarana tuntunan nilai toleransi dalam kehidupan,” tuturnya.

“Konflik anak-anak dipilih karena kami merasa bahwa anak kecil lebih mudah untuk diarahkan. Kenapa juga dipilih anak kecil, karena harapannya dapat menimbulkan rasa malu, bahwa anak kecil saja bisa,” sambung Adam.

Adam Wiradi Arif juga membeberkan beberapa kendala yang muncul saat produksi web series ini. Namun, hal tersebut diobati dengan kehadiran para pemaian yang mana juga anak-anak kecil.

“Para pemaian di sini yang sebagian besar anak-anak justru jadi obat lelah di saat banyak kendala. Mereka juga antusias banget ikut syuting web series ini, karena selain pemain utama, mereka ini juga murid-murid dari SDN Sukasari 7. Ini project pertama kita yang melibatkan banyak anak kecil. Untuk atur skemanya, kita pakai cara yang lebih fun,” imbuhnya.

Sementara itu, Produser Joko & Bowo, Aprizal Isna SR mengatakan produksi web series ini diawali dengan dirinya dan Adam berbicara dengan kondisi keadaan sekitar 3 tahun lalu.

Saat itu, kata Aprizal masih bicara santai, melihat sekeliling, melihat dunia perfilman.

“Kayaknya kita berdua kurang deh film edukasi. Kurang drama musikal anak yang bisa ditonton anak dan juga bisa jadi contoh untuk orang dewasa. Dari situ, kita mulai buat skrip,” jelas Aprizal

Menurut Aprizal, memilih Joko & Bowo, karena Joko dan Bowo itu dijadikan anchor untuk menciptakan aware bahwa di web series ini ada nilai-nilai edukasi yang harus dipupuk sejak dini.

Proses tersebut dilanjutkan dengan pertemuan dengan tim Muslimahdaily yang sangat antusias dengan ajakan kolaborasi ini.

“Akhirnya kita berdua mulai cari orang-orang untuk produksi web series ini. Nah, sekitar bulan Januari, ketemu dengan Ghuffar, dengan Muslimahdaily, dan ternyata mereka seneng dan menerima,” ucapnya.

Adapun total waktu untuk produksi secara keseluruhan kata Aprizal yaitu mulai dari pra produksi, produksi, pasca produksi, sampai distribusi menghabiskan waktu sekitar tiga bulan.

“Walaupun produksi dimulai sejak tiga tahun lalu, tapi idenya mulai muncul sekitat tiga tahun lalu,” kata Aprizal Isna SR.

Di samping itu, CEO Muslimahdaily.com yang juga Executive Producer, Achmad Ghuffar Rosyidin mengaku sangat senang dengan ajakan kolaborasi ini.

Gala Premier film Joko & Bowo di Cafe Sastra, Balai pustaka Jakarta Timur

“Tim Muslimahdaily memang menunggu sebuah film yang dapat menjadi sarana edukasi bagi seluruh kalangan. Bukan hanya anak-anak, tapi juga untuk orang dewasa agar lebih mencerna kondisi saat ini yang sudah mulai buram nilai-nilai kepemimpinan,” ucapnya.

Ia juga mengaku bahwa Muslimahdaily ingin menunjukkan bahwa suatu sarana pendidikan bukan cuma dalam bentuk bacaan. Tapi juga bisa dengan dunia kreatif.

“Dengan adanya web series ini dapat menjadi basis di tengaj gersangnya situasi politik dan kurangnya nilai toleransi. Web series Joko & Bowo nantinya akan tayang di bulan April, sebanyak 4 episode di channel Youtube Muslimahdailycom dan Dacore Production.

Pemeran tokoh Bowo, Fernando Mareto Andriady, mengaku senang bisa ikut dalam produksinya ini.

“Senang. Tadinya nggak saling kenal, tapi lama-lama jari sering main bareng, main bola bareng,” katanya.

Sama halnya dengan Fenando, Alfino Ramadani, pemeran tokoh Joko yang juga hadir dalam gala premier Joko & Bowo mengatakan senang bisa ikut produksi, karena bisa dapet banyak teman juga.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Pilpres

Tugas TKD Jokowi-Ma’ruf Sulsel Resmi Berakhir

Terkini.id -- Tugas Tim Koalisi Daerah (TKD) Jokowi-Ma'Provinsi Sulawesi Selatan resmi berakhir, sejak, Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf) ditetapkan sebagai pasangan presiden dan wakil presiden