Terkini.id, Jakarta – Penggagas gerakan Kawal COVID-19, Ainun Najib mengaku menyerah terhadap penanganan virus Corona di Indonesia. Pasalnya, Presiden Jokowi disebutnya tak lagi mengutamakan nyawa rakyat.
Ia menilai Jokowi tidak lagi sungguh-sungguh mengutamakan kesehatan masyarakat dibandingkan ekonomi.
Hal itu disampaikan oleh Ainun Najib melalui akun Twitter miliknya @ainunnajib seperti dikutip dari suaracom – jaringan terkini.id, Sabtu, 12 September 2020.
“Saya menyerah. Presiden @jokowi pemimpin tertinggi negara benar-benar tidak mengutamakan kesehatan dan nyawa rakyat berbanding ekonomi,” cuit Ainun Najib di akun Twitter-nya.
Ia pun mengaku pasrah dengan kondisi Indonesia saat ini dengan lonjakan kasus Covid-19.
- Grup Astra Makassar Salurkan 400 Dus Indomie untuk Korban Gempa NTT
- Wakil Wali Kota Makassar Hadiri Pengukuhan 10.000 Guru Al-Qur'an dan Pembukaan Muktamar V Wahdah Islamiyah
- Kalla Rescue Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan di Siaga SAR Merah Putih Gunung Bawakaraeng
- Husniah Talenrang Nonaktifkan 16 Pejabat Termasuk Sekda: Agar Pemerintahan Tertib Sesuai Aturan
- Muncul Narasi Membenturkan Instansi Kemenhut, KPH dan Gakkumhut Tetap Solid Berantas Perambah Hutan
Saat ini, menurut Ainun, Indonesia hanya bisa menghitung jumlah kematian akibat Covid-19 yang merebak di Nusantara.
“Indonesia mungkin cuma bisa count down saja sekarang,” ujarnya.
Oleh karenanya, pihaknya hanya bisa memanjatkan doa agar Indonesia diberikan perlindungan oleh Allah SWT.
“Semoga Allah melindungi kita dan keluarga kita. We are on our own,” ungkapnya.
Selain itu, Ainun juga mengaku pasrah dengan cara pemerintahan Jokowi menangani pandemi COVID-19 yang makin massif di tengah-tengah masyarakat.

Sebelumnya, publik ramai menyoroti penanganan Covid-19 di Indonesia. Mereka menilai Jokowi tidak konsisten dengan pernyataannya.
Salah satunya akun Twitter @wordfangs. Ia mengkritik sikap Jokowi yang berubah-ubah dalam penanganan Covid-19.
“Belom ada empat hari sudah balik lagi,” ujarnya.
Akun tersebut mengunggah foto tangkapan layar dua pernyataan Jokowi yang berubah dalam waktu cepat terkait penanganan Cocid-19.
Diketahui, pada 7 September 2020 Jokowi menegaskan akan mengutamakan sektor kesehatan dalam penanganan pandemi Covid-19.
Dengan tertanganinya sektor kesehatan, maka pemulihan ekonomi nasional akan bisa mudah dicapai.
“Agar ekonomi kita baik, kesehatan harus baik. Ini artinya, fokus utama pemerintah dalam penanganan pandemi ialah kesehatan dan keselamatan masyarakat. Jangan sampai urusan kesehatan ini belum tertangani dengan baik, kita sudah me-restart ekonomi. Kesehatan tetap nomor satu,” kata Jokowi dalam cuitan di akun Twitter miliknya.
Namun, beberapa hari kemudian setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengumumkan akan memberlakukan PSBB total, Jokowi kembali bereaksi.
Jokowi mengingatkan para kepala daerah untuk berhati-hati dalam menetapkan PSBB.
“Sebab banyak aspek yang terkait misalnya kondisi sosial dan ekonomi yang bisa terdampak akibat kebijakan tersebut,” kata Jokowi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
