Ini Yang Dilakukan Pemuda Desa Terong Dalam Menyikapi Himbauan Pemerintah Terkait covid-19

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan

Terkini.id, Terong- Menyikapi imbauan pemerintah untuk social distancing dan mengacu instruksi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk memerangi penyebaran corona, para pemuda yang terhimpun dalam Taman Baca Masyarakat (TBM) Pustaka Lantera Baca Aukoli Dusun Terong Barat Desa Terong mendirikan tenda karantina di Bukit Makam Pahlawan Siragokok Aukoli.

Karantina ini selama dua hari, terhitung dari hari Sabtu sampai Minggu, 28-29 Maret 2020. Selama karantina berlangsung akan ada aktifitas literasi seperti membaca, menulis dan berdiskusi.

“Kegiatan ini selama dua hari, rangkaian kegiatan malam pertama adalah perkenalan Orentasi Literasi, Kajian ilmiah tentang peran Pemuda Desa, Lanjut malam kedua semua anggota camping diberi tugas menulis bebas tentang alam lalu diwajibkan untuk presentasi, Selanjutnya yang terakhir diskusi terkait virus corona dan diskusi bebas tentang alam dan cinta”, Jelas Wahid Usman, Mahasiswa Makassar sekaligus perintis TBM Lentera Baca Baca Aukoli.

TBM “Pustaka Lantera Baca Aukoli” Desa Terong (Bukit Makam Pahlawan Siragokok Aukoli)

Di lansir dari CNBC Indonesia, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menjelaskan ada penambahan satu provinsi yang terjangkit Covid-19, Provinsi itu adalah Papua Barat. Dengan demikian, ada enam provinsi yang belum ditemukan kasus konfirmasi positif Covid-19 yaitu Bengkulu, Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Gorontalo, dan Nusa Tenggara Timur.

Taman Baca Masyarakat (TBM) Pustaka Lantera Baca Aukoli Dusun Terong Barat Desa Terong mendirikan tenda karantina di Bukit Makam Pahlawan Siragokok Aukoli ( Diskusi)

“Meskipun NTT menjadi salah satu daerah yang tidak terjangkit virus C-19, bukan berarti kita lenga. Mencega lebih baik dari pada mengobati bukan?”, Ungkap Wahid.

Perintis TBM ‘Lentera Baca Aukoli’ Wahid Usman (Paling depan)
Baca juga:

Saat dihubungi, Wahid juga menjelaskan bahwa ini merupakan salah satu solusi alternatif untuk menjaga jarak. Sebagai pemuda produktif yang peduli kemanusiaan untuk mengantisipasi wabah Covid-19, maka kami berinisiatif mendirikan tenda karangtina dengan rangkaian kegiatan ilmiah. “Membangun interaksi diskusi dengan akal bersama alam yang sehat”, Tambanya.

Kegiatan ini berdampak positif langsung terhadap pemuda.

“Kegiatan ini sangatlah memotivasi semangat untuk terus bersentuhan langsung dengan alam juga untuk lebih mencintai buku dan diskusi. Ada rasa ketertarikan tersendiri ketika datang dan serius menerima sajian materi dan ada dorongan hasrat untuk terus bangkit melawan ketidakadilan”, Ujar salah satu pemuda, Ahmad Tuan Kora

Komentar

Rekomendasi

LKBH Makassar Dukung Kebijakan New Normal

DPC PKB Kabupaten Bone Minta Pemda Perhatikan Pendidikan Pondok Pesantren Ditengah Wacana New Normal

Peduli Masyarakat Kecil Terdampak Pandemi Covid-19, Lembaga Metamorfosis Bersama Tump Clothing Bagikan Sembako dan Masker

Mangatas Tambunan, Capai Angka 203 Jenasah Terduga Covid-19 Ini Warning

BBKSDA Sulsel Gelar Webinar Meretas Jalan Satwa Liar Kembali ke Alam Dimasa Pandemi

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar