DI balik tembok Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, tempat teori-teori masyarakat dan agama dipelajari, ada kisah nyata tentang seorang mahasiswi yang membuktikan bahwa analisis sosial adalah kunci utama menuju kesuksesan bisnis. Dialah Putri, gadis berusia 20 tahun asal Jeneponto, yang sedang menempuh studi Sosiologi Agama.
Putri bukanlah lulusan Manajemen atau Ekonomi. Namun, dengan modal awal yang sangat terbatas, hanya Rp500.000 pemberian orang tua, ia berhasil membangun usaha bunga kawat (chenille) yang kini menjadi sorotan.
Bisnis kecil ini, yang dimulainya menjelang akhir tahun 2024, telah menjadi contoh cemerlang tentang bagaimana naluri bisnis yang tajam bisa dikembangkan dari riset sederhana dan modal nekat. Kisahnya membuktikan bahwa kejelian membaca pasar jauh lebih berharga daripada gelar bisnis semata.
Keputusan Putri memilih bunga kawat sebagai produk utamanya bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari pengamatan yang sangat teliti terhadap dunia digital. Ia sadar betul bahwa untuk berhasil di era ini, produk harus mengikuti tren yang sedang hype di media sosial.
Putri secara intensif menghabiskan waktunya untuk memantau platform luar negeri seperti TikTok dan Instagram. Ia menyebut ini sebagai proses riset tanpa mengeluarkan uang.
- Temui Gubernur Sulsel, IAS: Golkar Selalu Sejalan dengan Pemerintahan
- Pertamina Patra Niaga Sulawesi Dukung Sidak Pemkot Makassar, Pastikan LPG 3 Kg Tersedia di Pangkalan Resmi
- Lantik Pejabat Fungsional, Wali kota Makassar Munafri Tekankan Pelayanan Publik Tak Boleh Sekadar Seremonial
- Bupati Jeneponto Resmikan Layanan Cathlab di RSUD Lanto Daeng Pasewang
- Kalla Toyota Gelar Toyota Serbu di TSM Makassar, Ini Deretan Promo untuk Konsumen
“Saya nonton-nonton tutorialnya, selalu juga lihat-lihat Instagram yang khusus video dari luar,” jelasnya. Dari sanalah ide untuk membuat bunga kawat terutama varian yang paling populer seperti tulip dan mawar muncul. Putri dengan cerdas mengadaptasi tren global tersebut menjadi produk lokal yang siap dijual di Makassar.
Pemilihan bunga kawat ini adalah langkah bisnis yang sangat strategis. Secara mendasar, Putri memahami betul apa yang dicari oleh pembeli hadiah. Bunga segar, seindah apa pun, sifatnya sementara. Ia akan layu dalam beberapa hari.
Sementara itu, bunga kawat menawarkan sesuatu yang jauh lebih dalam simbolisme kenangan yang tidak akan mati. Di mata konsumen, bunga kawat adalah hadiah yang bisa disimpan bertahun-tahun.
Ini menjadikannya “investasi” emosional yang sempurna untuk momen-momen penting seperti wisuda, ulang tahun, atau perayaan lainnya. Putri tidak sekadar menjual kerajinan, ia menjual keabadian memori. Inilah alasan utamanya mengapa pelanggan bersedia membelinya, meskipun Putri mengakui kelemahan materialnya yang bisa berkarat jika terkena air. Nilai keawetan dan keunikan produknya jauh melampaui risiko tersebut.
Hal ini diamini oleh Ika (21), salah satu pelanggan yang ditemui saat membeli buket di lapak Putri.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
