Terkini.id, Jakarta – Artis muda, Lutfi Agizal melaporkan akun pembuat konten ‘Mengemis Online‘ di media sosial ke Polda Metro Jaya lantaran dirinya merasa ikut dirugikan secara materil dengan adanya fenomena tersebut.
Lewat video wawancaranya dengan wartawan yang viral usai diunggah akun Instagram @lambe_turah, Minggu 22 Januari 2023, Lutfi Agizal bersama kuasa hukumnya memastikan telah melaporkan sejumlah akun pembuat konten mengemis online tersebut ke polisi.
“Saya mendampingi klien saya, bang Lutfi bersama Ketua KNPI Kabupaten Tangerang melaporkan tentang kasus mengemis online lewat media sosial, lewat TikTok. Dimana ini sangat merugikan klien kami,” ujar kuasa hukum Lutfi Agizal di Polda Metro Jaya.
“Pada intinya klien kami merasa banyak hal yang disikapi, disamping kerugian materi, klien kami ini punya beban moriil terhadap generasi bangsa, dimana para pemuda yang mestinya punya kreativitas yang baik yang bisa membanggakan bangsa dan negara, ini malah dugaan yah, disalahgunakan, dijadikan bahan eksploitasi, juga bahkan dijadikan mata pencaharian,” tambahnya.
Sementara itu, Lutfi Agizal menyebut tindakan mengemis online tersebut teroganisir. Ia pun kemudian menyinggung soal omzet penghasilan dari konten tersebut yang melebihi gaji pekerja di Jakarta.
- Lutfi Agizal Dicap Norak Gegara Demo Acara Nikah Dibatasi, Netizen: Tinggal ke KUA Resepsinya Nanti PPKM Berakhir
- Lutfi Agizal Jual Lagu Anjayani Ciptaannya Seharga Rp50 Juta
- Lutfi Agizal Ganti Kata Anjay dengan Istilah Anjayani, Ini Penjelasannya
- Cicipi Odading Mang Oleh, Lutfi Agizal: Ehm Rasanya Anjayani
- Akun Instagram Dibanned Gegara Direport Netizen, Lutfi Agizal Sebut Banyak Orang Kehilangan Pekerjaan
“Tindakan mengemis online ini terorganisir, dimanfaatkan dan viral, bahkan omzetnya melebihi pekerja-pekerja di Jakarta,” kata Lutfi.
Menurut informasi yang ia terima, omzet penghasilan pembuat konten mengemis online itu sekitar Rp32 juta hingga Rp1 miliar.
“Menurut hal yang saya terima, mereka dapat uang Rp32 juta sampai Rp1 miliar yang dibagikan di media sosial mereka masing-masing,” ungkapnya.
Lutfi pun tidak mempersoalkan jumlah penghasilan akun konten tersebut, melainkan lebih kepada nasib generasi muda bangsa ke depannya.
“Tapi bukan masalahnya uangnya, tapi generasi kita selanjutnya mau dibawa kemana? Apakah kita akan ikut-ikut menjadi pengemis online dengan versi pengemis dibalut dengan sosial media,” tuturnya.
Lebih lanjut, Lutfi Agizal merasa miris dengan tindakan pembuat konten mengemis online itu yang menurutnya bisa berpengaruh kepada para digital konten kreator.
“Tentunya saya sebagai digital konten kreator miris sekali, dimana nantinya orang-orang yang menjadi digital konten kreator ikut jadi pengemis,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
