Merinding! Misteri Hilangnya Orang-orang di Samarinda, Warga: Sekitar Gunung Itu Angker!

Merinding! Misteri Hilangnya Orang-orang di Samarinda, Warga: Sekitar Gunung Itu Angker!

Effendy Wongso
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Samarinda – Merinding! Misteri hilangnya orang-orang di Samarinda, warga: sekitar gunung itu angker! Kejadian misterius kembali terjadi di kaki gunung Sendawar, Jalan Sendawar, Kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, Kalimantan Timur. Pasalnya, seorang anak kecil berusia tujuh tahun bernama Hasbi, hilang misterius di sana.

Hal tersebut menjadi tanda tanya besar lantaran lokasi hilangnya Hasbi sama persis dengan tempat hilangnya ‘tukang bakso’ yang bikin geger belum lama ini.

Hasbi sendiri hilang secara misterius sejak Sabtu 27 November 2021. Lantaran belum diketemukan dan membuahkan hasil, pencarian Hasbi sempat meminta bantuan paranormal.

“Memang dari cerita masyarakat sekitar gunung itu angker,” beber warga sekitar, Sabil Husein.

Selain melalui paranormal, keluarga Hasbi bersama warga melakukan ritual dan doa-doa agar Hasbi ditemukan. Kendati demikian, hingga kini usaha itu masih nihil.

“Banyak ulama dan paranormal datang ke rumah orang tua Hasbi untuk membantu mencari keberadaan Hasbi dengan ritual dan doa-doa,” imbuhnya, seperti dilansir dari detikcom, Sabtu 4 Desember 2021.

Sementara itu, kepolisian Polsek Sungai Kunjang, yang menerima laporan hilangnya Hasbi, terus berupaya melakukan pencarian di lokasi Gunung Sendawar. Selain itu, pihaknya terus mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan saksi-saksi yang terakhir melihat Hasbi.

“Sampai saat ini kita masih melakukan pencarian dengan jarak radius satu kilometer dari lokasi hilangnya korban,” jelas Kanit Reskrim Polsek Sungai Kunjang Ipda Roni Wibowo.

Ibu Hasbi, Qonita menceritakan detik-detik ketika Hasbi hilang. Hasbi, disebutnya sempat pulang ke rumah.

“Dia sempat pulang, bawa tebu terus dimakan sama-sama adiknya,” kata Qonita saat konfirmasi wartawan, Jumat 3 Desember 2021.

Setelah pulang ke rumah membawa tebu dan dimakan bersama adiknya, Hasbi lalu meminta uang kepada orang tuanya. Akan tetapi, orang tuanua tidak memberikan uang yang diminta.

“Minta uang ke saya, tetapi karena tidak ada uang, saya nggak kasih,” beber Qonita.

Lantaran tidak diberi uang, Hasbi pun kembali keluar rumah dan pergi bermain di kaki Gunung Sendawar. Hal itu tetap dilakukannya kendati hari sudah petang.

Di sana, Hasbi bersama lima orang temannya bermain di salah satu pohon durian yang sudah ditebang. Hal itu diungkapkan seorang warga sekitar, Sabil Husein yang turut mencari Hasbi.

“Kata teman-temannya mereka main di pohon durian, muter-muter di sana,” kata Sabil yang juga relawan FKPM Loa Buah.

Misteri hilangnya Hasbi

Hari itu, Sabtu 27 November 2021 pada pukul 17.00 Wita, tiga anak yang merupakan lima dari teman Hasbi pulang ke rumah. Tidak lama berselang, ibu RT setempat yang melihat anak-anak bermain menegur mereka untuk segera pulang karena hari sudah semakin petang.

“Ibu RT sempat ngomong ke mereka ‘cepat pulang, entar kamu hilang sudah mau gelap ini’,” beber Sabil menirukan perkataan ibu RT setempat.

Sekitar pukul 17.35 Wita, datang seorang kakek menjemput Hasbi. Yang langsung mengajak Hasbi jalan ke arah Gunung Sendawar.

“Teman-temannya ini bilang kalau Hasbi dibawa kakek ke arah gunung Sendawar menggunakan motor, tapi kan aneh di sana hutan nggak ada jalan buat motor,” imbuh Sabil.

Misteri hilangnya lima orang di lokasi yang sama

Ternyata sudah banyak orang yang hilang di lokasi tersebut. Selain Hasbi dan seorang tukang bakso, ternyata sudah lima kali kejadian orang hilang di kaki gunung Sendawar.

“Ini kejadian yang kelima kalinya orang hilang di wilayah situ, terakhir itu ‘pakle bakso’, memang dari cerita masyarakat sekitar gunung itu angker,” kata Sabil.

Sebelum kabar hilangnya Hasbi mencuat, warga Samarinda sudah dihebohkan dengan hilangnya seorang tukang bakso bernama Anto yang disebut-sebut dibawa makhluk halus di wilayah kaki gunung Sendawar, di Jalan Ring Road, Kecamatan Sungai Kunjung, Samarinda pada Minggu 14 November 2021 lalu.

Setelah Anto hilang, di lokasi tertinggal rombong atau gerobak bakso dengan sepeda motor, sandal jepit, dan plastik racikan bakso yang tersisa di lokasi. Ada tiga mangkuk bakso yang sedang diracik dan kemudian tertinggal di lokasi setelah Anto menghilang. Dalam rekaman CCTV, tidak terlihat orang selain Anto di sekitar lokasi tersebut.

Anto kemudian ditemukan tiga hari kemudian pada Rabu 17 November 2021. Ia ditemukan dalam kondisi seperti orang linglung pukul 15.30 WITA sore.

Anto mengaku tiga mangkuk bakso itu diraciknya lantaran ada ‘bapak-bapak’ yang memesan. Kendati begitu, Anto sendiri tidak menjelaskan maksud ‘bapak-bapak’ yang disebutnya itu.

“Ya, bapak-bapak tadi,” demikian kata Anto yang seperti bingung saat itu.

Anto juga tidak bercerita secara runut. Wajahnya tampak lusuh dan kelihatan sedikit linglung.

Anehnya, ia tidak makan selama dua hari dan tidak merasa lapar. Tentu saja hal itu adalah pengakuan Anto. Yang jelas, Anto seperti orang linglung kurang energi saat ditemukan di bawah pohon.

“Selama kami dua hari jalan itu nggak ada rasa lapar, nggak ada rasa capek, nggak makan dan minum. Pokoknya jalan terus di ring road situ saja,” ungkap Anto.

Setelah sadar, Anto mengaku telah berada di bawah pohon. Ia lantas berusaha menghubungi istrinya dan salah seorang rekannya.

“Saya di sana (di bawah pohon) nunggu dijemput teman sampai tertidur,” katanya.

Selanjutnya, Anto dibawa warga dan aparat menuju Rumah Sakit (RS) Hermina.

Dalam tayangan CCTV menunjukkan, tidak ada orang yang menuntun Anto pergi dari gerobaknya. Anto terekam melangkah sendiri meninggalkan gerobaknya padahal sebelumnya ia mengatakan ada ‘bapak-bapak’ yang memesan baksonya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.