Meski Ditolak oleh Menteri, PSBB Anies Baswedan Didukung Pemerintah Pusat

Anies Baswedan
Gubernur DKI Anies Baswedan. (Foto: CNN Indonesia)

Terkini.id, Jakarta – Pemerintah DKI Jakarta mengklaim, penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di daerah tersebut telah mendapat persetujuan pemerintah pusat.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengklaim, pemerintah pusat telah memberi lampu hijau demi menekan laju penyebaran Covid-19.

Meski sebelumnya beberapa menteri Jokowi seperti Airlangga Hartarto, Agus Suparmanto hingga Agus Gumiwang  menyampaikan protesnya atas PSBB total tersebut.

Menurut Anies, pemerintah pusat turut menyadari kasus Covid-19, terutama di DKI Jakarta memang meningkat signifikan dalam beberapa pekan terakhir. 

“Kalau soal dukung, mendukung. Jadi pemerintah dukung, pemerintah pusat menyadari lonjakan yang cukup signifikan di bulan September ini. Jadi mendukung dan sama-sama kita menyadari,” terang Anies di Kompleks Balai Kota DKI, Sabtu 12 September 2020 malam dikutip dari CNNIndonesia.
 
Sebelumnya, Pihak Kantor Staf Presiden menanggapi bahwa penerapan PSBB di DKI harus dengan koordinasi bersama kementerian. Sebab, penerapan PSBB itu akan berdampak pada sejumlah sektor.

Menarik untuk Anda:

Lewat juru bicara presiden, Fadjroel Rachman Presiden Joko Widodo pun menilai Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) atau komunitas lebih efektif diterapkan untuk disiplin protokol kesehatan.

Pada Sabtu 12 September 2020, Anies menggelar rapat koordinasi dengan pemerintah pusat yang diwakili Tim Sargas Covid-19. Dalam rapat itu, gubernur DKI juga berkoordinasi dengan Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Anies juga dikabarkan membahas rencana PSBB total dengan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan Gubernur Banten, Wahidin Halim selaku orotritas dari daerah penyangga Ibu Kota. 

Hasil pertemuan itu, Anies menyebut pemerintah pusat mendukung rencana penerapan kembali PSBB total di Ibu Kota. Menurut dia, baik Pemprov DKI maupun Pemerintah Pusat menyadari, tanpa menyelesaikan masalah kesehatan, sektor ekonomi sulit untuk bergerak. 

“Sama-sama kita menyadari bahwa tanpa kita membereskan kesehatan tidak mungkin ekonomi bergerak. Kami sama, besok ketika melihat detail perinciannya akan lebih clear,” ucap dia. 

Terkait detail hasil pertemuan itu, Anies menyebut bakal diumumkan secara detail pada hari ini, Minggu (13/9). 

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Update Pasien Meninggal Covid-19 per 30 November: Tambah 130 Orang dalam Sehari

Gelar Rakor Pilkada Serentak, Pemprov Jatim Sepakat Cegah Klaster Baru Covid-19

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar