Mewakili Menteri LHK, Kelik Widodo Sampaikan Pesan saat Aksi Bersih Negeri di Makassar

Mewakili Menteri LHK, Kelik Widodo Sampaikan Pesan saat Aksi Bersih Negeri di Makassar

R
Ismi Hehamahua
Redaksi

Tim Redaksi

“Oleh karenanya, pengelolaan sampah di Indonesia tidak bisa lagi dilaksanakan secara konvensional, sehingga pemerintah terus mendorong pemerintah daerah untuk melaksanakan kegiatan penanganan sampah yang terintegrasi dari hulu ke hilir,”harapnya.

Melalui paradigma pengelolaan sampah yang bergeser ke hulu dengan upaya pengurangan sampah dan ekonomi sirkular, serta pengembangan sistem penanganan sampah yang berbasiskan teknologi ramah lingkungan, diharapkan pola pengelolaan sampah di Indonesia akan berubah sehingga tidak lagi menitikberatkan pada kegiatan pemrosesan akhir dan tercipta ‘less waste to landfill’ dimana yang diangkut ke landfill hanyalah residu.

“Amplifikasi pengelolaan sampah sesungguhnya sudah masuk pada tahap global,”bukanya.

“Dampak perubahan iklim adalah salah satu berita hangat dewasa ini dan tidak terbantahkan bahwa seluruh dunia sedang bekerja untuk mencapai tujuan bersama, mengurangi emisi Gas Rumah Kaca, mengantisipasi dampak perubahan iklim,”harap Kelik Wirawan Widodo.

Ekonomi Sirkular dan Sistem Informasi Manajemen Bank Sampah (SIMBA)

Baca Juga

Oleh karena itu, secara sistematis KLHK menerapkan skema pengelolaan sampah dengan prinsip dasar 3R (reduce, reuse, recycle), mengoptimalkan rantai nilai pengelolaan sampah di sumber dengan pemanfaatan teknologi dan peningkatan fasilitas pengolahan sampah yang dikelola secara profesional serta terintegrasi. Di samping itu, peningkatan nilai ekonomi dari sampah diharapkan dapat mengembangkan lebih banyak metode pengolahan sampah yang semakin mudah diimplementasikan.

“Pendekatan ekonomi linier dalam pengelolaan sampah dengan ciri khas make, consume, dan dispose, harus digantikan dengan ekonomi sirkular dengan memegang prinsip regenerate natural system, design out of waste, dan keep product and material in use melalui ‘strategi elimination, reuse, dan material circulation’ dengan menjalankan ‘phase out’ barang dan kemasan barang sekali pakai, redesign barang dan kemasan barang agar tahan lama (durable), dapat dikembalikan untuk diguna ulang (returnable and reusable), dapat didaur ulang (recyclable), mudah diperbaiki (repairable), dapat diisi ulang (refillable), dapat di-charge ulang (rechargeable), dan dapat dikomposkan (compostable).

“Saat ini penggunaan sampah plastik dan kertas dalam negeri untuk industri daur ulang masih rendah, yaitu sekitar 40-50% dari kebutuhan industri daur ulang dalam negeri. Saya harap seluruh bank sampah yang saat ini tercatat di Sistem Informasi Manajemen Bank Sampah (SIMBA) sebanyak 16 ribu unit dapat menjadi salah satu fasilitas yang mampu menyediakan sampah daur ulang dengan kualitas yang baik,”terangnya.

Hal ini untuk mendorong tercapainya kebutuhan daur ulang melalui proses pemilahan yang masif di tingkat masyarakat dan menghasilkan manfaat ekonomi melalui pemanfaatan sampah dalam negeri.

Menuju Zero Waste Zero Emission, Revolusi Perubahan Perilaku Semua Pihak

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.