Milenial Polbangtan Ajak Masyarakat untuk Kembangkan Tanaman Hidroponik, Solusi Bagi Pemilik Lahan Sempit

Mahasiswa Polbangtan Gowa Melaksanakan Pendampingan Petani Hidroponik

Mahasiswa Politeknik Pembangunan (Polbangtan) Gowa melakukan kegiatan pendampingan membantu proses perpindahan tanaman padi sesuai dengan varietasnya, Sabtu, (16/5/2020)

Kegiatan itu juga dilakukan dengan mengukur tinggi tanaman padi dan jumlah anakannya di lokasi budidaya hidroponik yang terletak di Tamalanrea, Makassar. ujar, Nur Muhammad, Mahasiswa Polbangtan yang mengikuti kegiatan pendampingan.

“Kami mendampingi dalam kegiatan proses perpindahan tanaman padi sesuai dengan varietasnya dan mengamati ketinggian dan jumlah anakannya di lokasi budidaya hidroponik. Dan juga kami melakukan panen sayuran kangkung. Suasana saat kegiataan berlangsung sangat teratur, dan juga kami tetap mematuhi protokol pertanian di lapangan yang telah disepakati,” pungkas Nur.

Disini kami banyak berlajar tentang budidaya tanaman hidroponik, dan ternyata sangat banyak manfaatnya terutama untuk pemanfaatan lahan yang sempi. Sesuai dengan namanya, hidroponik berasal dari bahasa Yunani yaitu hydro berarti air dan ponous berarti kerja. Sesuai arti tersebut, bertanam secara hidroponik merupakan teknologi bercocok tanam yang menggunakan air, nutrisi, dan oksigen.

Selain itu, dengan segala keuntungannya, metode ini ternyata dapat menghasilkan tidak kalah dari metode konvensional. Malah hasilnya juga lebih sehat dan tidak bergantung pada musim. Ini sangat cocok diaplikasikan oleh rumah tangga di perkotaan. Berikutnya kegiatan kami akan memberikan penyuluhan untuk masyarakat sekitar terkait dengan pemanfaatan lahan sempit, kami rasa masyarakat akan tertarik, karena selain dapat memanfaatkan bahan yang ada seperti botol, pipa paralon bekas, hasilnya juga sehat, ujar Nur.

Baca juga:

Kegiatan ini sudah seminggu kami laksanakan sejak kami ditugaskan. Selain melaksanakan perkuliahan dari rumah, kami memang diberikan tugas tambahan untuk tetap berkontribusi dalam kegiatan pertanian dilokasi tempat tinggal kami. Sebagai pemuda/mahasiswa kami juga punya kewajiban untuk itu.

Menteri Petanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) juga menegaskan bahwa di tengah Pandemi Covid 19 ini, insan pertanian, petani dan penyuluh harus tetap melakukan pekerjaan sehari-harinya dalam menyediakan kebutuhan pangan sehingga tidak terjadi krisis pangan terjadi di Indonesia. Untuk itu, Mentan mengajak semua pihak untuk bekerja keras dalam menghadapi krisis pangan dunia. Menurutnya, tantangan tersebut bisa dihadapi dengan dua langkah, yaitu dengan penanaman yang cepat dan momentum penyaluran sarana dan prasarana yang tepat.

Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) Prof. Dedi Nursyamsi yang meminta kepada para Penyuluh Pertanian untuk tetap bekerja mendampingi para petani

“Penyuluh Pertanian harus aktif dan produktif mendampingi petani agar proses budidaya di lahan sampai masa panen berjalan dengan baik. Jangan sampai ada komoditas pangan yang tertahan. Penyuluh harus memastikan petani tetap menanam, seandainya besok kiamat, maka hari ini harus tetap menanam,” jelas Dedi. (ONO)

Komentar

Rekomendasi

Kecintaannya Terhadap Anak-Anak Dorong Vanessa Menjadi Relawan bagi Pengungsi di Malaysia

Kostratani BPP Gandangbatu Sillanan Kembangkan Varietas Kopi Lokal Toraja

Gelar Aksi Sosial, IMM FISIP Bagikan Paket Ramadhan untuk Warga

Mahasiswa Polbangtan Manfaatkan Masa LFH untuk Bantu Petani Tingkatkan Kualitas Semangka

Penyuluh, Mahasiswa Polbangtan dan Petani Bantaeng Bahu-membahu untuk Percepatan Tanam

BPP Gandangbatu Sillanan Dampingi Petani Kembangkan Kopi Arabika Varietas Lokal Toraja

Mahasiswa Manfaatkan “Waktu Belajar dari Rumah” untuk Tingkatkan Produksi Jagung Petani

Agar Produktifitas Makin Baik, Kualitas Terjaga, Mahasiswa Bantu Petani Kendalikan Gulma

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar