Terkini.id, Makassar – Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian dan Kemitraan RTH DLH Kota Makassar, Novi Narilla mengatakan pihaknya tengah mendorong realisasi taman tematik di Kota Makassar.
Hal itu untuk memperbanyak ruang bermain anak dan ruang publik masyarakat.
Sebelumnya, pemerintah kota berenca membangun 34 taman tematik. Namun, untuk tahun ini berkurang jadi 10.
Selain masih minim, Novi mengaku taman yang ada saat ini masih belum tertata dengan baik. Alhasil, masyarakat enggan memanfaatkan taman yang ada.
“Belum ada yang bisa kita banggakan, belum tertangani dan tertata dengan baik yang ramah anak, disabilitas dan lansia itu harus kita buat perencanaan dahulu,” kata Novi, Kamis, 6 Januari 2022.
- PDAM Makassar Dorong Gerakan Hijau untuk Tingkatkan Kualitas Lingkungan
- TPA Tamangapa Berbenah, DLH Makassar Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu
- Damkar dan DLH Makassar Kolaborasi Warga Lakukan Penyiraman Cairan Ecoenzym di TPA Antang
- Hari Terakhir! DLH Makassar Ajak Warga Segera Daftar Jadi Penyuluh Persampahan
- DLH Makassar Rekrut Penyuluh Persampahan, Pendaftaran Ditutup 5 Maret 2026
Menurutnya, pembangunan taman tahun ini tidak akan menambah jumlah Ruang Terbuka Hijau (RTH) lantaran pembangunannya berada di atas fasum yang sudah tercatat sebagai RTH.
“Kita tidak menambah secara kuantitas, tetapi secara kualitas kita perkuat, masyarakat sekarang malas ke taman karena sekarang masih serba rusak, tidak nyaman, terlalu rimbun banyak nyamuk. Jadi kita usahakan bagaimana taman itu dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat,” katanya.
Sebab itu, DLH telah mengajak sejumlah perusahaan dalam rencana pembangunan ini lewat dana CSR, hal ini agar pembangunan nantinya tidak membebani APBD kota.
Sementara, Peneliti dan Pengamat Tata Ruang Kota Muhammad Muttaqin Azikin menilai, keberadaan ruang bermain dan ruang publik di Kota Makassar sangat penting untuk mewujudkan kota yang sehat.
Keberadaannya dinilai multifungsi, selain sebagai ruang sosial masyarakat, juga menganulir daerah resapan kota.
“Sayangnya memang kita sangat minim sekali, di Makassar ini kita krisis seperti itu,” katanya.
Menurutnya, ruang publik berperan penting sebagai sarana dalam menyalurkan ekspresi bagi masyarakat.
Minimnya ruang anak dan publik di Kota Makassar ditengarai berkorelasi dengan tingginya angka kekerasan dan tawuran di Kota Makassar.
“Meski butuh penelitian, tapi bisa saja itu jadi salah sati variabel, karena misalnya kurangnya tempat anak muda untuk salurkan kreatifitas dan ekspresi mereka,” tutur dia.
Seyogyanya ketersediaan ruang bermain dan ruang publik kota harus tersedia di tiap kecamatan agar penyebarannya bisa merata.
“Tiap kecamatan, bahkan kalau perlu setiap kelurahan punya, ini justru tidak semua, ini butuh karena kalau mau menjadikan kota itu sehat yah harus ada itu,” tuturnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
