Terkini.id,Makassar – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar Rusmayani Madjid melemparkan ajakan menuju Tempat Pemrosesan Akhir atau TPA kepada anggota legislatif, SKPD, Camat, dan Petugas Kebersihan yang ada di Kelurahan untuk melihat kondisi di sana.
Maya, sapaanya, mengatakan untuk menciptakan kepedulian terhadap sampah. Selain itu, kata dia, mengingatkan bahwa setiap kebijakan yang tidak tepat sasaran akan berdampak pada lingkungan yang tak stabil.
“Agar kita sama-sama mengerti, bahwa kalau kita mensosialisasikan dengan baik bagaimana pemilahan sampah dari sumbernya maka akibatnya seperti ini,” ujarnya.
“Atau kalau kita tak memberikan anggaran lebih, anggaran yang betul-betul dibutuhkan untuk TPA maka mustahil sampah yang ada di TPA bisa kita selesaikan,” sambungnya.
Menyikapi produksi sampah 1200 ton perhari, ia menuturkan pihaknya fokus pada kebersihan sampah yang ada di Kota Makassar. Hal itu menjadi pemicu lahirnya Program Sabtu Bersih yang akan rutin dilakukan pemerintah.
- TPA Tamangapa Berbenah, DLH Makassar Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu
- Damkar dan DLH Makassar Kolaborasi Warga Lakukan Penyiraman Cairan Ecoenzym di TPA Antang
- Hari Terakhir! DLH Makassar Ajak Warga Segera Daftar Jadi Penyuluh Persampahan
- DLH Makassar Rekrut Penyuluh Persampahan, Pendaftaran Ditutup 5 Maret 2026
- Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN IP UBP Tello Dukung Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan bersama DLH Makassar
“Sabtu bersih ini mengingatkan kita kembali terhadap kesinambungan program Wali Kota sebelumnya, ada LISA atau Lihat Sampah Ambil, ada Makassar Tidak Rantasa, jadi semacam evaluasi terhadap kekurangan yang lalu,” kata dia saat ditemui di Kafe Iconik dalam kegiatan Coffe Morning, Senin, 24 Juni 2019.
Ia mengatakan, saat ini, tengah mencanangkan program kolaborasi dengan SKPD untuk memasifkan sosialisi ihwal kebersihan di Kota Makassar.
Saat ditanya perihal antusiasme SKPD untuk terlibat dalam kebersihan, Ia mengatakan seharusnya mereka berbahagia dengan itu lantaran mereka menjadi teladan soal kebersihan. Ia menegaskan bahwa kebersihan harus dimulai dari dalam lingkup pemerintahan.
“Terhadap lingkungan kita sendiri, barulah kita memberikan contoh kepada masyarakat,” paparnya.
Untuk menumbuhkan terhadap kebersihan, ia menegaskan perlu ada edukasi terhadap masyarakat perihal cara pemilahan sampah yang baik dan benar.
Ia pun mendorong pembiasaan sejak dini dalam melihat kebersihan.
Untuk itu, ia menilai pengadaan lomba kebersihan yang rutin setiap tahun menjadi satu problem baginya. Ia menilai seharusnya kebersihan bukan persoalan momentum, namun lebih pada kebiasaan.
“Tahun ini saya tidak mau ada lomba kebersihan seperti tahun-tahun sebelumnya, saya mau kebersihan di mulai dari kantor ini,” kata dia mengenang awal menjabat sebagai Kepala DLH.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
