Terkini.id, Jakarta – Aktivis, Nicho Silalahi menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang menegaskan soal keharusan bagi pemudik lebaran tahun ini untuk sudah harus menerima vaksin booster.
Nicho Silalahi meminta Pemerintah untuk jangan membatasi gerak rakyat dengan alasan Covid-19. Terlebih, menurutnya, Jokowi sendiri beberapa kali menciptakan kerumunan.
“Mudik salah satu cara untuk melakukan pemerataan perputaran uang dari kota besar ke daerah, dengan mudik ekonomi daerah bisa bergeliat,” kata Nicho Silalahi melalui akun Twitter pribadinya pada Kamis, 31 Maret 2022.
“Janganlah Covid itu dijadikan dalil untuk membatasi ruang gerak rakyat, padahal anda sendiri berkali kali menciptakan krumunan orang banyak,” sambungnya.
Dalam cuitan yang ditanggapi Nicho Silalahi, Presiden Jokowi angkat bicara soal berbagai protes yang muncul atas aturan keharusan vaksin booster bagi pemudik lebaran tahun ini.
- Proyek Strategis Nasional Bendungan Lausimeme yang Diresmikan Jokowi Digarap Perusahaan Konstruksi KALLA
- PLN Pastikan Pasokan Listrik Tanpa Kedip saat Jokowi Resmikan RS Vertikal Makassar
- Andil Andi Sudirman Sulaiman di Balik Rumah Sakit OJK yang Akan Diresmikan Jokowi di Makassar
- Dua Putra Asal Kabupaten Pangkep Dilantik Jokowi Jadi Perwira TNI AD
- Presiden Jokowi Pantau Pemberian Bantuan 300 Unit Pompa untuk Petani di Bone
Presiden Jokowi mengatakan bahwa pemudik tahun ini kurang lebih berjumlah 79 juta sehingga tidak seharusnya disamakan dengan penonton MotoGp yang hanya 60 ribu orang.
Diketahui, memang ada pihak-pihak yang membandingkan keharusan booster ini dengan ajang MotoGp yang tidak mengharuskan.
“Data yang saya terima, setidaknya 79 juta orang menyatakan hendak mudik Lebaran tahun ini,” kata Jokowi melalui akun Twitter resminya pada Rabu, 30 Maret 2022.
“Jadi, janganlah dibandingkan dengan MotoGP yang penontonnya 60 ribu orang,” sambungnya.
Presiden Jokowi mengingatkan bahwa pemudik harus hati-hati dan sudah harus menerima vaksin lengkap beserta booster.
“Penanganan pemudik ini harus hati-hati. Calon pemudik sudah harus menerima vaksinasi yang lengkap dan boosterm,” katanya.
Dilansir dari CNN Indonesia, Jokowi juga berharap masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan selama mudik dan berwisata.
“Ini untuk melindungi kita semuanya, untuk menjaga kita semuanya,” ucap Jokowi.
Sebelumnya, Pemerintah memperbolehkan masyarakat mudik pada Idulfitri tahun ini. Namun, pemudik yang dibolehkan hanya mendapat tiga dosis vaksin Covid-19.
Aturan itu menuai protes dari sejumlah pihak, salah satunya Juru Bicara Muda Partai Amanat Nasional (PAN), Dimas Prakoso Akbar.
Dimas membandingkan kebijakan itu dengan sikap pemerintah saat penyelenggaraan MotoGP Mandalika.
“Vaksin booster dijadikan syarat mudik memakai pertimbangan apa? Jika memakai pertimbangan medis, kenapa kemarin pagelaran MotoGP di Mandalika yang notabene dihadiri ratusan ribu penonton tidak diterapkan persyaratan PCR, antigen, maupun vaksin booster?” kata Dimas pada Rabu, 23 Maret 2022.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
