Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Gerindra, Arief Poyuono meminta Presiden Joko Widodo alias Jokowi untuk menindaki Erick Thohir dan Luhut Binsar Pandjaitan soal dugaan bisnis tes PCR.
Arief Poyuono khawatir bahwa jika kedua Menteri tersebut tidak ditindaki, maka kredibilitas Presiden Jokowi bisa jatuh.
“Menteri BUMN dan Menteri Luhut Panjaitan diduga terlibat bisnis PCR dan bisnis PCR dengan keuntungan yang hampir 600% sudah membuat Gaduh masyarakat dan merugikan,” katanya melalui akun Twitter pribadinya pada Selasa, 2 November 2021.
“Itu harus ada tindakan dari kangmas Jokowi terhadap menteri-menteri tersebut. Jika tidak, maka kredibilitas kangmas jokowi jatuh nanti,” sambung Arief Poyuono.
Sebelumnya, Erick Thohir yang merupakan Menteri BUMN dan Luhut Binsar Pandjaitan yang merupakan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi disebut terlibat dalam bisnis PCR.
- Hasil Drawing ASEAN U-23 Championship Mandiri Cup 2025, Indonesia Satu Grup dengan Malaysia
- 3 Pemain Resmi Jadi WNI, Tambah Kekuatan Timnas Indonesia Jelang Lawan Australia dan Bahrain
- Shin Tae-yong Pamit: Warisan dan Harapan untuk Piala Dunia 2026
- Eksperimen PSSI: Mampukah Patrick Kluivert Menjawab Ekspektasi?
- Shin Tae-yong Dipecat: Evaluasi Kinerja atau Konflik Tak Terlihat?
Hal tersebut disampaikan oleh Mantan Direktur Publikasi dan Pendidikan Publik Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Agustinus Edy Kristianto.
Edy mengatakan bahwa kedua menteri ini diduga terlibat dalam pendirian perusahaan penyedia jasa tes Covid-19, PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI).
Ia menjelaskan, PT GSI lahir dari PT Toba Bumi Energi dan PT Toba Sejahtera, anak PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) yang sebagian kecil sahamnya dimiliki oleh Luhut.
Selain itu, PT GSI juga dilahirkan oleh PT Yayasan Adaro Bangun Negeri yang berkaitan dengan PT Adaro Energy Tbk (ADRO), yang 6,18 persen sahamnya dimiliki oleh saudara Erick Thohir, Boy Thohir.
Adapun tuduhan keterlibatan bisnis tes PCR ini telah dibantah oleh pihak Erick Thohir dan Luhut Binsar Pandjaitan.
Staf Khusus Menteri BUMN, Arya mengakui bahwa Yayasan Adaro memang sebagai yayasan kemanusiaan memang memegang saham 6 persen di GSI.
Akan tetapi, menurutnya, Erick Thohir tidak lagi aktif di urusan bisnis dan yayasan sejak menjadi menteri BUMN
“Jadi sangat jauh lah dari keterlibatan atau dikaitkan dengan Pak Erick Thohir. Apalagi dikatakan main bisnis PCR jauh sekali. Jadi jangan tendensius seperti itu, kita harus lebih clear melihat semua,” katanya pada Selasa, 2 November 2021, dilansir dari Kompas.
Juru Bicara Menko Marves, Jodi Mahardi juga sudah meluruskan isu soal dugaan Luhut berbisnis tes PCR sejak awal pandemi.
“Tidak ada maksud bisnis dalam partisipasi Toba Sejahtra di GSI, apalagi Pak Luhut sendiri selama ini juga selalu menyuarakan agar harga tes PCR ini bisa terus diturunkan sehingga menjadi semakin terjangkau buat masyarakat,” ungkap Jodi pada Senin, 1 November 2021.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
