Geger! Helmi Felis Sebut Jokowi Mirip Komunis Akibat Jokowi Ungkap Indonesia Kebanyakan Peraturan

Terkini.id, Jakarta- Pegiat media sosial Helmi Felis melontarkan komentar pedas terhadap Presiden Jokowi terkait pernyataannya terhadap peraturan di Indonesia. 

Presiden Jokowi disebut mengungkapkan bahwa Indonesia kebanyakan peraturan yang membuat ruwet. 

Pernyataan Jokowi tersebut viral di media sosial bersamaan dengan kebijakan pembelian Pertalite pakai MyPertamina. 

Baca Juga: Waspadai Krisis Pangan, Jokowi Tegaskan Jaga Pasokan Pangan dan Distribusi

Mengetahui pernyataan Presiden Jokowi, Helmi Felis lantas memberikan komentar pedas terhadapnya. 

Helmi Felis menuliskan komentar melalui akun Twitternya yang diunggah pada Minggu 3 Juli 2022. 

Baca Juga: Ungkap Belum Mendesak, Jokowi Tolak Usulan Luhut Soal Penempatan Militer...

Helmi Felis dalam tulisannya menyatakan bahwa Presiden Jokowi mirip komunis

“Udah mirip komunis ye,” tulis Helmi Felis. 

Helmi pun menambahkaan bahwa pemerintahan Jokowi yang membuat peraturan namun Jokowi sendiri yang komentari peraturan. 

Baca Juga: Ungkap Belum Mendesak, Jokowi Tolak Usulan Luhut Soal Penempatan Militer...

“Dia yang berbuat dia yang teriak,” ujar Helmi.

“Kenapa begini?” tanya Helmi. 

Menurut Helmi, Indonesia tidak pantas mempunyai presiden seperti Presiden Jokowi yang berkomentar terhadap peraturan pemerintahannya sendiri. 

“Gak pantas banget Indonesia punya Presiden kayak gini,” pungkasnya.

(Twitter/Helmi_Felis)

Sementara itu, baru-baru ini pemerintah kembali menuai kritikan publik terkait peraturan pembelian Pertalite dan Solar pakai aplikasi MyPertamina. 

Di saat publik ramai mengkritik peraturan tersebut, sebuah potongan video pidato Presiden Joko Widodo kembali viral di media sosial. 

Dalam pidato tersebut, Jokowi menilai Indonesia selama ini sulit berkembang karena terlalu banyak peraturan dan regulasi.

Jokowi mengingatkan agar pemerintah daerah tidak terlalu banyak membuat peraturan, sebagaimana dilansir dari oposisicerdas.com.

“Negara ini sudah kebanyakan peraturan,” tegas Jokowi dalam klip video yang diunggah oleh akun Instagram @ndorobei.official tersebut.

“Dan negara kita ini bukan negara peraturan dan peraturan-peraturan ini membuat kita kejerat sendiri,” sambungnya, seperti dikutip Suara.com pada Sabtu 2 Juli 2022.

Jokowi menilai berbagai kebijakan tersebut malah membuat Indonesia menjadi tidak fleksibel, terutama dalam merespons berbagai perubahan yang terjadi. Padahal saat ini, menurut Jokowi, fleksibilitas adalah hal utama yang diperlukan untuk berkembangnya suatu negara.

“Semua negara maunya fleksibel, cepet merespons perubahan. Kita malah memperbanyak peraturan, untuk apa?” kritiknya.

Karena itulah Jokowi mendorong para bawahan dan kepala daerah agar berhenti membuat peraturan-peraturan turunan yang berpotensi menjerat bangsa ini sendiri. Termasuk peraturan yang pada akhirnya mempersulit kehidupan masyarakat itu sendiri.

“Apalagi yang meruwetkan dan membebani masyarakat, setop sudah setop,” ujar Jokowi menekankan.

Pada kesempatan itu Jokowi lantas menyambung pidatonya dengan rencana pemerintah mengajukan omnibus law kepada DPR RI, lantaran pernyataan ini memang disampaikan sebelum undang-undang sapu jagat tersebut bergulir di parlemen.

Video yang sejatinya diambil sejak 2019 lalu ini belakangan kembali viral menyusul berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap kontradiktif dengan permintaan Jokowi untuk tidak membuat ruwet masyarakat.

Bagikan