Terkini.id — Humas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar, dr Wachyudi Muchsin meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk melakukan pemeriksaan tes usap atau swab massal di 15 kecamatan.
Ia menilai tes usap yang dilakukan di 6 kecamatan kurang efektif melakukan pelacakan kasus Covid-19.
Oleh karena itu, pemeriksaan massif perlu dilakukan. Hal itu untuk meningkatkan tracing.
“Karena mobilisasi warga di Kota Makassar itu sangat cepat, baku dekat-dekat. Kita tidak tahu inang-inangnya ini terbang kemana,” kata Yudi, sapaannya, Selasa 15 September 2020.
Yudi menyebut, pemeriksaan di 15 Kecamatan juga lebih ampuh untuk menekan penyebaran Covid-19. Berbahaya apabila OTG berkeliaran yang bisa menyebarkan Covid-19 ke orang lain.
- Ratusan Pecinta Honda Scoopy Ramaikan Scoopy Night Culture Asmo Sulsel di Makassar
- Wujudkan Birokrasi Pelayanan Lebih Baik, Bupati Jeneponto Lantik 198 Pejabat, Tekankan Profesionalisme dan Integritas
- Buka Pelatihan Konseling Menyusui, Bupati Jeneponto Tegaskan Jangan Hanya Seremonial, Tapi Beri Manfaat Nyata
- Urban Billiard Tournament 2026 Resmi Bergulir, Hari Pertama Dipadati Peserta dan Penonton
- Sukacita Panen di Desa Lise, Potret Sinergi Pemkab Sidrap dan Petani Kawal Swasembada Pangan
Terlebih, Kota Makassar masih berstatus zona merah. Bahkan pemerintah pusat memberikan atensi khusus mengingat kasusnya yang terus meningkat.
“Karena Makassar itu sudah jadi episentrum dan sudah dikatakan menyeramkan,” sambung Alumnus Universitas Muslim Indonesia (UMI) ini.
Untuk diketahui, Pemkot melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar telah melakukan tes swab massal di 6 Kecamatan. Di antaranya, Rappocini, Biringkanaya, Panakkukang, Tamalate, Manggala dan Tamalanrea.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
