Terkini.id, Makassar – Di tengah wabah covid-19 sekarang, anak didik baru diperlakukan tidak seperti biasanya. Pasalnya masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) pada tahun ajaran baru 2020/2021 di Indonesia, khususnya di Makassar pelaksanaan MPLS dilaksanakan secara daring OnLine.
Mau tidak mau hidup berdampingan dengan Covid-19. Pihak sekolah harus pandai-pandai mengatur jadwa MPLS agar anak didiknya tidak terdampak pandemi. Keputusan masa pengenalan lingkungan sekolah secara daring atau online ini menjadi pilihan terakhir ketika kasus positif virus Corona tak kunjung turun dan perekonomi masyarakat harus tetap bangkit.
MPLS daring ini digelar salah satu sekolah menengah pertama di Makassar, sebut saja SMPN 14 Makassar yang beralamat di Jalan Goa Ria Raya Makassar. pelaksanaan MPLS secara daring itu dilaksanakan berdasarkan kebijakan pusat. Karena sekolah belum bisa melaksanakan pembelajaran secara tatap muka. Terlebih jika wilayah tersebut masih dalam zona merah.
MPLS tetap berjalan seperti sediakala, namun dengan cara yang berbeda. Kendati Covid-19 di Makassar terbilang cukup tinggi, antuasiasme para siswa dan seluruh insan pendidikan melaksanakan MPLS yang dahulunya akrab disebut masa orientasi siswa (MOS). SMPN 14 Makassar tetap meggelar MPLS vitrual melalui google meet, cara ini untuk menjaga jarak, dan pelaksanaan pengenalan lingkungan sekolah tetap berjalan.
Program Merdeka Belajar sebagaimana dicetuskan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim tersebut akan menjadi inovasi baru dan pedoman oleh sekolah-sekolah di Makassar.
- Mahasiswi FT Unhas Ditemukan Meninggal, Sempat Kirim Voice Note ke Teman
- Ratusan Pecinta Honda Scoopy Ramaikan Scoopy Night Culture Asmo Sulsel di Makassar
- Wujudkan Birokrasi Pelayanan Lebih Baik, Bupati Jeneponto Lantik 198 Pejabat, Tekankan Profesionalisme dan Integritas
- Buka Pelatihan Konseling Menyusui, Bupati Jeneponto Tegaskan Jangan Hanya Seremonial, Tapi Beri Manfaat Nyata
- Urban Billiard Tournament 2026 Resmi Bergulir, Hari Pertama Dipadati Peserta dan Penonton
Fenomena ini mengharuskan pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) dilaksanakan secara daring. Menurut Altin salah satu pemateri siswa kelas VII.8 SMPN 14 Makassar tingkat efektifnya itu kurang efektif.
“Karena sebagai guru atau pemateri tidak bisa bersentuhan langsung dengan siswa, kami juga tidak mengetahui wajah siswa dengan jelas, pertama pengaruh kualitas layar kamera tidak bagus, kedua faktor jaringan bagi anak-anak,” terangnya kepada terkini.id. Rabu, 29 Juli 2020.
Saat dikonfirmasi melalui saluran gawai, Altin menuturkan, dari segi positifnya atau baiknya dalam rangka penanggulangan Covid-19 kita harus mengikuti protokol kesehatan jadi mau tidak mau kita harus melaksanakan masa pengenalan lingkungan sekolah secara daring atau online.
“Untuk proses belajarnya tetap menggunakan aplikasi bawaan google chrome seperti Google meeting, goole Classroom, yang akan dilaksanakan oleh gurunya ada juga menggunakan PowerPoint, metode pembelajarannya tetap gunakan daring,” kata guru muda yang lebih akrab dengan pelajaran bahasa inggris ini.
Terang Altin, pelaksanaan MPLSnya sendiri sudah berlangsung selama 3 hari, mulai Senin 27-29 Juli 2020 yang diawali dengan pembukaan, memperkenalkan profil sekolah, kemudian memperkenalkan lingkungan sekolah disampaikan melalui PowerPoint.
“Saya membawakan materi kebangsaan, ketatanegaraan. Hari kedua Pramuka tentang ekstrakulikuler dan hari ketiga organisasi siswa intra sekolah (OSIS) dan tata tertib sekolah yang ditutup langsung oleh Kepala Sekolah,” jelas Altin.
Walikelas kelas VII.8, ini menuturkan, kendala selama penerapan belajar daring tentu saja masalah siswa yang tidak punya android sebab rata-rata siswa ini menengah ke bawah. Kemudian faktor jaringan.
Guru Walikelas VII.8 ini menambahkan untuk mengakomodir siswa masing-masing guru membuat group WhatsApp, kemudian memberikan link untuk masuk meeting. “Adapun tugas-tugasnya kita menggunakan google classroom,” sebut Altin.
“Sistem penilaian akan menggunakan aplikasi google classroom, ada absen kehadiran. Nanti akan dibuatkan link, siswa mengisikan nama, tanggal dan seterusnya,” ucapnya lanjut.
Lebih lanjut dikatakan, alterrnatif lain siswa dibuatkan soal 2 sampai 3 pertanyaan, durasinya tidak terlalu lama agar siswa tidak bosan.
Olehnya itu terlebih dahulu, mempersiapkan perangkat pembelajaran disesuaikan dengan Silabus dan disinkronkan dengan buku paket yang baru, nanti siswa kita berikan dalam bentuk slide power point.
“Kami memberikan sekitar 5 tugas saja agar siswa tidak jenuh. Kami juga akan membuatkan soal dalam bentuk word dan excel, kemudian di share ke group WA yang sebelumnya telah dibuat,” imbuhnya.
Tetap optimis dan semangat selama proses belajar di masa pandemi covid-19. “Berdoa dan berharap Covid-19 segera berakhir, agar normal seperti dulu, dengan proses belajar berinteraksi langsung di sekolah,” pungkas Muhammad Altin Adi Syahputra Nur yang tercatat sebagai Walikelas VII.8 tahun ajaran 2020-2021 untuk mata pelajaran studi bahasa inggris.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
