Jakarta, Indonesia – Perusahaan gabungan antara Gojek dan Tokopedia, resmi melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) untuk memperkuat modal kerja dan meningkatkan penyertaan ke perusahaan anak, pada Selasa 15 Maret 2022 lalu.
Dalam konferensi pers, perusahaan teknologi itu mengungkapkan akan menggunakan modal kerja dari penerbitan saham perdana demi mendukung perkembangan perusahaan ke depan.
“Emiten dan Perusahaan Anak akan menggunakan modal kerja tersebut untuk mendukung strategi perkembangan Perusahaan melalui berbagai inisiatif, termasuk namun tidak terbatas pada akuisisi pelanggan; penjualan dan pemasaran; pengembangan produk seperti penambahan fitur, pembaruan teknologi, dan inovasi produk/teknologi baru; dan beban operasional,” tulis GoTo dalam prospektusnya.
GoTo menyebut alokasi dana hasil IPO digunakan sebesar 30 persen oleh perusahaan. Selain itu, 25 persen dana akan dialokasikan untuk PT Dompet Anak Bangsa (GoPay). Sekitar 5 persen dana akan dialokasikan kepada PT Multifinance Anak Bangsa (bagian dari GoFinance).
GoTo juga berencana mengalokasikan sekitar 5 persen dana hasil IPO untuk VDIGI SG Ltd. (Gojek Singapura) dan sekitar 5 persen untuk Go Viet Ltd (Gojek Vietnam).
- Seperti Nasabah Bank, Pengguna GoPay Kini Bisa Dapat Bunga 2,5 Persen
- Dugaan Adanya Tindakan KKN yang Dilakukan Erick Thohir dan Boy Thohir Terkait Investasi Telkomsel ke GOTO
- Hadir di Penawaran Umum Perdana Saham GOTO, Airlangga: Ekonomi Digital RI Tertinggi Se-Asia Tenggara
- GoTo Resmi IPO Hari Ini Setelah Banyak Drama, Investor Berbondong-Bondong Beli Saham GoTo Hingga Mengalami Kelebihan Permintaan 15,7 Kali
- Resmi Merger! Yuk Kenali GoTo, Perusahaan Hasil Gabungan Gojek Tokopedia
“Emiten ini bakal melakukan peningkatan penyertaan pada Tokopedia, PT DAB, PT MAB, VDIGI SG Ltd., dan Go Viet Ltd. secara bertahap. Setiap penyertaan modal pada Tokopedia, PT DAB, PT MAB (dahulu PT Rama Multi Finance), VDIGI SG Ltd. dan Go Viet Ltd. merupakan transaksi afiliasi dengan pihak afiliasi sebagaimana diatur dalam POJK No. 42/2020,” tulis perusahaan dikutip via cnbc.
GoTo akan merilis 52 miliar lembar saham baru seri A saat IPO, yang setara dengan 4,35% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan. Seluruh saham yang ditawarkan dalam proses IPO ini merupakan saham baru dan bukan penawaran saham dari pemegang saham atau investor eksisting.
Dengan rentang harga Rp316-Rp 346 per lembar, investor GoTo nantinya akan mendapat tiga perusahaan yang masing masing memiliki potensi bisnis menjanjikan di tiap segmen. GoTo adalah gabungan antara Gojek, Tokopedia dan GoTo Financial, nama-nama terdepan dalam lini bisnis on-demand, e-commerce, dan financial technology di Indonesia.
Prospektus GoTo tersebut menunjukkan optimisme perusahaan dalam melantai di bursa, di tengah dinamika pasar modal yang menarik untuk dicermati. Sejumlah bagian dari prospektus IPO GoTo menyoroti bentuk-bentuk optimisme tersebut, demi menjaga keyakinan para calon investor.
Misalnya saja, prospektus menyebutkan adanya opsi greenshoe yang dapat digunakan oleh GoTo demi menjaga stabilisasi harga. Apabila harga saham menurun di bawah tingkat harga IPO, opsi greenshoe dapat dilakukan dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 15% saham dari jumlah yang ditawarkan pada saat IPO, dalam jangka waktu maksimal 30 hari. Apabila dijalankan dan terserap optimal, maka total saham GoTo milik masyarakat akan menjadi 5,0%
Dari sudut pandang investor, IPO dengan opsi greenshoe dapat memberikan rasa aman lebih bahwa setelah listing harga saham akan terus dijaga sehingga tidak jatuh di bawah harga penawaran perdananya.
Selain tersedianya opsi greenshoe, IPO GoTo juga menerapkan sistem saham dengan hak suara multipel atau multiple voting shares (MVS), yang telah disahkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Peraturan OJK nomor 22/POJK.04/2021.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
