Terkini.id, Jakarta – Pengamat politik, Rocky Gerung kembali mengemukakan pendapatnya terkait insiden penembakan yang menewaskan enam laskar Front Pembela Islam (FPI) oleh aparat kepolisian.
Lewat tayangan video di kanal Youtube Rocky Gerung Official, Rabu 9 Desember 2020, Rocky menyebut peristiwa tersebut sudah menjadi sorotan media internasional.
Menurutnya, hal itu dikarenakan dalam insiden tersebut terdapat indikasi pelanggaran HAM.
“Poin utama kita itu adalah pelanggaran HAM yang sudah dibaca oleh publik internasional,” ujar Rocky Gerung.
Oleh karenanya, Rocky menyarankan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar tak diam dan bersuara terkait peristiwa itu.
- Musakkar Usul Pajak Kendaraan Bermotor Sulsel Turun 5 Persen: Biar Masyarakat Bergairah Bayar Pajak
- HAR: Hak Angket DPRD Gowa Demi Menjaga Transparansi dan Amanah Rakyat
- Asmo Sulsel Edukasi Guru SMPN 40 Makassar soal Pentingnya Safety Riding
- Belanja Lebih Hemat Lewat Kallafriends, Promo Merchant Makin Beragam
- Lima Pendaki Tersambar Petir di Gunung Monrolo Maros, Satu Tewas
Pasalnya, kata Rocky, jika Jokowi terus diam maka akan menimbulkan berbagai spekulasi publik, baik dari dalam negeri maupun di tengah publik internasional.
“Presiden tuh harus cari mic, ucapkan sesuatu. Karena kalau dia diam aja itu spekulasi di dalam dan luar negeri makin menjadi-jadi,” ujarnya.
Sebelumnya, Rocky Gerung dalam video di kanal Youtubenya, Selasa 8 Desember 2020, mengatakan terdapat misteri dalam peristiwa penembakan 6 laskar FPI tersebut.
Pasalnya, kata Rocky, peristiwa itu memunculkan beragam spekulasi dari berbagai pihak.
Ia mengatakan, sejumlah pihak itu memiliki versi yang berbeda terkait kronologi insiden tersebut.
Oleh karenanya, Rocky Gerung menilai bahwa kasus itu membutuhkan sosok seperti detektif dalam film fiksi yakni Sherlock Holmes.
“Kalau dia misteri, kita harus bongkar asumsi-asumsi dari misteri itu. Mungkin kita perlu Sherlock Holmes,” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
