Terkini.id, Jakarta – Pendakwah, Ustaz Yahya Waloni mendoakan agar Presiden Joko Widodo diganti lantaran ia menilai Jokowi tidak memiliki kompetensi sebagai seorang pemimpin.
Hal itu diungkapkan Yahya Waloni lewat sebuah video ceramah terbarunya yang tayang di kanal Youtube Termometer Islam, pada Selasa 9 Maret 2021.
Dalam video ceramahnya tersebut, awalnya Yahya Waloni membahas soal kepemimpinan Nabi Muhammad SAW.
Menurutnya, apa yang diucapkan Nabi Muhammad tak pernah berubah-ubah. Hal itu, kata Yahya, berbeda dengan pemimpin di Indonesia saat ini.
“Tentu beda dengan kita apalagi pejabat kita yang satu ini. Sebut A besok berubah B, lusa lagi berubah C. Inilah yang menyebabkan dunia ini tidak pernah aman,” ujar Yahya Waloni.
- Yahya Waloni dan Doanya yang Tembus ke Langit
- Dasad Latif: Ustaz Yahya Waloni Satu dari Sedikit Orang yang Berdakwah Jalur Nahi Munkar
- Muhammad Kece Resmi Divonis 10 Tahun Penjara, Warganet Bandingkan Dengan Yahya Waloni: Hukum di Negeri Ini Sudah Tidak Ada Artinya Lagi!
- Lagi! Megawati Sindir Pemuda Indonesia, Ustadz Yahya Waloni: Waspada! Nenek-nenek itu Biangkerok Perpecahan di Indonesia
- Berani! Pria Ini Tegas Mengatakan Jika UAS dan Yahya Waloni Bangsat
Hal itulah, menurut Yahya Waloni, yang menyebabkan kekacauan masih terjadi di Indonesia sampai saat ini.
Maka dari itu, Yahya meminta kepada jemaah agar mendoakan Presiden Jokowi diganti dan Indonesia memiliki pemimpin yang baru.
“Sampai hari ini pun kekacauan masih terjadi. Insyaallah puncaknya nanti pada tanggal 13 Oktober. Kita doakan supaya kita ada pemimpin baru, kita ada presiden baru,” ucapnya.
Menurut Yahya, Jokowi tidak memiliki kompetensi sebagai sosok pemimpin.
“Pak Jokowi ini tidak punya kompetensi sebagai seorang leader (pemimpin). Tidak punya kompetensi,” ungkapnya.
Ia mengatakan hal tersebut lantaran dirinya mengaku sebagai orang yang kerap menciptakan sosok pemimpin dan membawanya ke jalan yang benar.
“Saya ini pencipta pemimpin di antara pemimpin yang salah ke jalan yang terang,” tuturnya.
Yahya Waloni juga mengaku memiliki kemampuan akademik untuk melihat apakah seseorang itu memiliki kompetensi sebagai pemimpin. Dan menurutnya, Jokowi tidak memiliki kecerdasan intelektual untuk menjadi seorang presiden.
“Saya punya kemampuan akademik untuk melihat bahwa seseorang pemimpin itu adalah sosok yang memiliki kecerdasan intelektual di atas rata-rata. Beliau (Jokowi) bukan seorang intelek,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
