Terkini.id, Makassar – Partai Persatuan Pembangunan atau PPP sedang memupuk peran para generasi z dan milenial untuk ikut berkiprah di panggung perpolitikan.
Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan ketua umum PPP Suharso Monoarfa, bahwa Potensi suara generasi Z dan milineal menjadi sasaran empuk sejumlah partai politik dalam gelaran Pemilu 2024.
Ketua Umum DPP PPP Suharso Monoarfa mengatakan suara Gen Z dan Generasi Milenial pada Pemilu 2024 jumlahnya diperkirakan sekitar 60 persen dari total suara pemilih.
Dia mengungkapkan sejak saat ini telah disiapkan strategi khusus untuk mencapai target tersebut.
Keseriusan PPP untuk menggarap kaum milenial terbukti dengan alasan dan pertimbangan, para kader PPP Sulsel sewaktu menentukan ketua wilayah Sulsel yang lalu pernah memilih Imam Fauzan sebagai representasi pemilih pemuda.
- Persiapkan Muscab, Ketua PPP Sulsel Akan Roadshow ke 24 Kabupaten/Kota
- Mardiono Minta PPP Sulsel Rekrut Kader Milenial dan Gen Z
- Wakil Ketua DPRD Sulsel Sebut Sejumlah Fasilitas SMAN 15 Wajo Perlu Direhabilitasi
- Raih Sejarah, Sekjen Arwani Thomafi Apresiasi Capaian PPP Sulsel
- Pertarungan Panas Menuju Pilgub Sulsel: PPP di Tengah Kontroversi Dukungan Politik
Apalagi pada pemilu 2024 memang didominasi pemilih pemula yang mencapai 34% sekaligus dianggap bisa menjawab tantangan zaman PPP di Sulsel.
Direktur eksekutif Mitra Demokrasi Indonesia (MDI) Andi Taufiq Aris menilai bahwa millenial menjadi tantangan tersendiri bagi semua partai politik saat ini.
“Khususnya PPP, yang dinilai masih identik dengan parpol orang tua,” kata Andi Taufiq Aris yang akrab disapa dengan nama ATA.
Selain itu sebagai direktur komunikasi politik Lingkar Jurnal Indonesia, ATA menilai bahwa langkah langkah strategi dan pertimbangan PPP Sulsel dengan mendudukkan Ketua Wilayah seorang anak muda (kaum milenial) sudah tepat, karena selain memberikan pesan kepada publik khususnya kaum muda bahwa PPP tidak lagi identik dengan parpol orang tua, juga upaya tepat PPP agar bisa lebih dekat dengan generasi muda.
“Salah satunya me-rebranding diri bahwa PPP tidak lagi hanya sebagai partai orang tua, tapi sudah melakukan regenerasi di kepemimpinan,” jelasnya.
Oleh sebab itu untuk memuluskan langkah-langkah strategi PPP menggarap kaum milenial sulsel sangat ditentukan dari hasil Muscab PPP kota makassar, dimana kota makassar sebagai ibukota provensi adalah barometer kab/kota di sulsel.
“Jika PPP salah memilih ketua maka ini akan mengganggu langkah-langkah strategi atau capain PPP khususnya dalam menggarap pemilih milineal karena gagal me-rebranding diri bahwa PPP bukan hanya sebagai partai orang tua, karena tidak melakukan regenerasi di kepemimpinan,” kunci Ata.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
