Dalam sebuah video, bahkan diperlihatkan para militer menembaki massa untuk membubarkan mereka yang berunjuk rasa (tak diketahui apakah militer menggunakan peluru tajam atau hanya peluru karet).
Junta pun telah memerintahkan seluruh warga yang melakukan aksi mogok agar lekas bekerja kembali atau mereka akan mengambil tindakan serius.
Penangkapan massal dilaporkan terjadi setiap malam, di mana Sabtu lalu militer diberi kuasa besar untuk menahan dan menggeledah properti pribadi mereka yang dianggap membelot.
Gerakan malam hari militer ini membuat kedutaan AS bahkan turut mendesak warga Amerika untuk berlindung di kota-kota negara, terutama Yangon.
“Semoga semua orang tetap aman malam ini di tengah laporan kegiatan militer yang sangat mengkhawatirkan,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
