Nadia Sebut Meski Jumlah Pasien Omicron Meningkat, Mayoritas Gejalanya Ringan

Nadia Sebut Meski Jumlah Pasien Omicron Meningkat, Mayoritas Gejalanya Ringan

R
Cici Permatasari
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Jumlah orang yang terinfeksi Omicron, jenis baru dari Penyakit Coronavirus 2019 (Covid-19), bertambah. Di Indonesia, jumlah kasus meningkat 208 dalam sehari, dari 1.161 menjadi 1.369.

Mayoritas pasien melaporkan gejala ringan,hal ini katakana oleh juru bicara program vaksin kementeriankesehatan Siti Nadia Tarmizi.

Para pasien tersebut saat ini dirawat di RS Sulianti Saroso dan RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran.

“Biasanya gejala ringan dan hilang dalam 2 hari sampai 4 hari,” kata Nadia, dilansir dari Tempoco. Minggu, 23 Januari 2022.

Pada Desember 2021, varian Omicron terdeteksi untuk pertama kalinya masuk ke Indonesia. Penularan tersebut sebgaian besar berasla dari pelaku perjalanan luar negeri.

Baca Juga

Dari 1.369 pasien yang terinfeksi Omicron, sebanyak 840 kasus berasal dari pelaku perjalanan luar negeri, 311 kasus transmisi lokal, dan sisanya 218 kasus dalam pemeriksaan epidemiolog.

Saat ini ada 558 kasus Omicron aktif. Dua pasien meninggal. Kasus pertama adalah pengunjung asing, sedangkan kasus kedua tertular melalui penularan lokal. Kedua pasien memiliki riwayat penyakit penyerta.

Menurut beberapa penelitian, varian Omicron memiliki tingkat transmisi hingga tiga kali lipat dari varian delta yang mendominasi transmisi global.

Beberapa ahli epidemiologi, mengatakan bahwa varian Omicron lebih ringan daripada varian delta.

“Kalau dilihat ini lebih ringan dari delta. Tingkat infeksiusnya tinggi tapi tingkat seriusnya lebih ringan,” kata pakar epidemiologi dari Universitas Airlangga Windhu Purnomo.

Melihat perkembangan penularan Covid-19 di tingkat global, Windhu menuturkan kasus rawat inap yang disebabkan varian Omicron rendah. Kebanyakan kasus yang ditemukan hanya bergejala ringan atau tanpa gejala.

Ia menduga rendahnya angka rawat inap akibat Omicron disebabkan karena sebagian masyarakat sudah pernah terinfeksi virus atau mendapat vaksin.

“Sebagian besar kita sudah ada kekebalan alamiah,” ucap dia.

Meski begitu, Windhu mengingatkan agar pemerintah dan masyarakat tidak lengah untuk tetap menjaga protokol kesehatan.

Sumber penularan varian Omicron di Indonesia pun harus segera ditemukan untuk mencegah terjadinya transmisi lokal.

“Perbatasan harus tetap dijaga, karantina tidak boleh main-main,” kata dia.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.