Terkini, Jeneponto – Kurang lebih 100 orang nelayan di Kabupaten Jeneponto mengikuti Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) yang dilaksanakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Selatan.
Kegiatan yang berlangsung di ruang Kala’birang, rumah jabatan (Rujab) Bupati, Selasa, 17 Juli 2024 dibuka langsung oleh Pj Bupati Kabupaten Jeneponto, Junaedi Bakri.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala BMKG Maritim Makassar Andi Cahyadi, Kepala BMKG Wilayah IV Irwan Slamet, Kepala Basarnas Sulsel, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jeneponto H. Mitradhyanto, Sekretaris DKP Mansur Rahman, sejumlah pimpinan OPD.

Kepala BMKG Maritim Makassar Andi Cahyadi dalam sambutannya mengatakan pihaknya mendukung penuh penyelenggaraan SLCN di Jeneponto dengan memperkenalkan aplikasi berbasis web Indonesian Weather Information for Shipping (INA-WIS) yakni sistem informasi cuaca maritim interaktif.
“Aplikasi ini juga bisa memberi informasi perencanaan pelayaran port to port untuk semua jenis kapal termasuk kapal penangkap ikan, dan menyediakan informasi daerah tangkapan ikan, sehingga dapat menjadi tombak informasi cuaca maritim yang dapat mendukung keselamatan dan kesejahteraan penggunanya termasuk nelayan,” katanya.
- Astra Honda Racing Team Puncaki Klasemen Tim ARRC 2026 Usai Seri Sepang
- Kredit Perbankan Tembus Rp9.135 Triliun, OJK Sebut Intermediasi Makin Solid
- Kemarau Panjang, PDAM Makassar Kerahkan 6 Pickup Distribusi Air Bersih
- Yudisium Semester Genap, 478 Mahasiswa Polbangtan Gowa Didorong Terus Tingkatkan Prestasi
- Bupati Jeneponto Tegaskan Coffee Morning Jadi Wadah Lahirkan Ide Baru untuk Kemajuan Jeneponto
Lebih lanjut, Andi Cahyadi menjelaskan, dalam kegiatan SLCN ini nelayan diberikan informasi terkait peralatan meteorologi maritim, produk-produk informasi cuaca maritim serta melaksanakan praktik penggunaan aplikasi INA-WIS dan mengenalkan menu-menu yang ada di dalam INA-WIS langsung oleh pemateri dari BMKG Makassar.
“Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan edukasi dan informasi yang komprehensif terkait cuaca di perairan Jeneponto, yang tentunya untuk merubah paradigma para nelayan dalam mencari ikan menjadi mengambil ikan, kami dari BMKG menyiapkan data-data untuk mendeteksi titik-titik keberadaan ikan,” jelasnya.

Pj Bupati Jeneponto, Junaedi Bakri dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan yang dilaksanakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sulawsei Selatan.
“Kegiatan ini sangat strategis tentu dilaksanakan di Kabupaten Jeneponto. Oleh karena itu sekali lagi kami mengucapkan terima kasih kepada BMKG Sulsel yang sudah berkoloborasi dengan Pemerintah Kabupaten Jeneponto melalui Dinas Kelautan dan Perikanan,” kata Junaedi Bakri.
Junaedi Bakri berharap, agar para melayani yang mengikuti Sekolah Lapang Cuaca Nelayan dapat mengikuti dengan baik agar dapat lebih memahami bagaimana mendeteksi dini cuaca sebelum melaut.

“Di sektor perikanan dan kelautan hasil laut perikanan tangkap itu masih tetap bergerak positif, artinya sekarang aktivitas nelayan yang hadir pada kesempatan ini tentu yang menjadi bagian strategis menjaga pertumbuhan ekonomi menjaga eksistensi bagaimana kita di Sulawesi Selatan, khususnya di Jeneponto tetap bisa memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi,” harap Junaedi Bakri.
Pada kesempatan itu, Junaedi Bakri juga menyampaikan dalam meningkatkan hasil perikanan tangkap, Pemerintah harus memikirkan program yang dapat meningkatkan aktivitas para nelayan.
“Kita belum punya program yang bisa mendorong peningkatan produktivitas para nelayan di Kabupaten Jeneponto. Untuk itu saya kira pelaksanaan kegiatan ini salah satu poin penting bahwa pemerintah hadir menjadi bagian untuk bagaimana nelayan dapat memahami cuaca saat akan melaut,” jelas Junaedi Bakri.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
