Nikmatnya Tuak Manis dan Keindahan Pitu Riase Sidrap

Sekretaris Kecamatan Pitu Riase, Jimmy Harun melakukan penelusuran wilayah Desa Compong

Terkini.id, Sidrap – Jalan – jalan ke Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidrap Selain disuguhi keindahan alam yang mempesona dengan hamparan perkebunan yang hijau, lokasi peternakan yang luas, yang tidak kalah penting penyambutan masyarakat setempat yang luar biasa ramahnya.

Pada Rabu, 2 Januari 2019, Sekretaris Kecamatan Pitu Riase, Jimmy Harun menyempatkan diri melakukan penelusuran wilayah Desa Compong. Kegiatan itu adalah yang kesekian kalinya dilakukan setelah dilantik sebagai Sekcam Pitu Riase 18 Desember 2018 lalu.

Rombongan awalnya menempuh jalanan aspal dan beton, kemudian menapaki sebuah jalan sempit yang kondisinya masih tahap pengerasan, meski pas di sebuah penurunan tajam ada beton sekitar 20 meter.

Melalui jalanan ini rombongan disuguhi pemandangan alam yang sangat indah. Kiri kanan jalan terlihat tanaman jagung. Perkebunan warga yang berada di sebelah kiri berbatasan langsung dengan hutan lindung, membuat pemandangan dan udara sekitar semakin sejuk.

Di sisi kiri jalan juga tampak pohon pinus, pertanda bahwa wilayah ini memiliki udara yang dingin, terutama di malam hari.

Rombongan sempat berhenti di sebuah perbukitan untuk menikmati suasana alam dan menghirup udara tanpa polusi, sambil mengambil gambar dengan ponsel.

Puas mengambil gambar dari berbagai sisi, rombongan yang mengendarai mobil Jeep rakitan Sekcam yang juga di kemudikan mantan Kepala Bidang Damkar Dinas Satpol PP dan Damkar Sidrap ini melanjutkan perjalanan menelusuri jalan sempit tersebut.

Senang dapat Kunjungan 

Tidak jauh dari lokasi perbukitan, rombongan memasuki wilayah pemukiman yang dihuni sekitar 40 kepala keluarga (KK). Rombongan singgah di salah satu rumah yang sedang memasak tuak aren untuk dijadikan gula merah. Di tempat ini rombongan disuguhi tuak manis si pemilik rumah. ”

Manis sekali tuaknya,” ungkap Jimmy Harun.

Sementara warga yang dikunjungi rumahnya, La Gading mengaku sangat senang dan terharu dapat kunjungan hari itu.

“Kami sangat senang dapat kunjungan. Kita senang ada pihak pemerintah yang mau datang melihat langsung kondisi kehidupan kita di wilayah terpencil seperti ini,” ujar La Gading.

Dalam kesempatan itu, La Gading bersama beberapa warga menyampaikan keluhan mereka, diantaranya harga kakao yang sangat murah.

“Harga kakao hanya 20 ribu rupiah perkilo, harus jual beberapa kilo untuk bisa beli pestisida. Artinya kesulitan kita karena saat hasil kebun kita mau di jual, murah sementara mau beli barang kebutuhan pokok dan kebutuhan pestisida sangat mahal,” keluh mereka.

Bukan itu saja, mereka juga butuh bantuan alat produksi gula merah, terutama wajan untuk memasak gula merah tersebut.

Selain kakao dan jagung, warga setempat juga berkenun Cengkeh dan beberapa tanaman jangka pendek lainnya.

Butuh Listrik 

Bukan cuma harga jual hasil kebun saja yang di keluhkan warga Dusun yang di huni 40 KK ini. Mereka juga sangat mengidamkan bisa dapat sambungan listrik.

“Belum ada listrik disini. Kita masih pake penerangan tradisional. Lilin atau pelita,” ungkap mereka.

Mereka sendiri berharap pemerintah bisa mengupayakan agar warga setempat bisa menikmati aliran listrik, sehingga mereka tidak lagi berteman dengan kegelapan di malam hari.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Sidrap

Forum Anak Wilayah Timur Sidrap Terbentuk

Terkini.id,Sidrap - Forum Anak tingkat Kecamatan, kelurahan dan Desa terbentuk. Pembentukan forum anak dipusatkan di Aula Kantor Camat Dua Pitue.Ada sejumlah siswa dari sekolah