Terkini, Makassar — Tujuh hari lamanya, tim SAR gabungan melakukan Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) kecelakaan pesawat ATR 42-500 jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan pada Sabtu, 17 Januari 2026. Dan Jumat 23 Januari operasi SAR dinyatakan ditutup.
Pada hari terakhir ini, ada kabar baik bagi tujuh keluarga korban. Sebab, ada tujuh jenazah korban maskapai Indonesia Air Transport yang berhasil dievakuasi dan sedang menjalani diidentifikasi tim DVI.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Marsekal Madya TNI, Mohammad Syafii, menyampaikan bahwa hingga akhir pelaksanaan operasi, tim SAR gabungan telah berhasil menemukan total 11 paket, terdiri dari 10 paket body pack dan 1 paket body part.

“Seluruh paket yang ditemukan telah dievakuasi dan diserahkan kepada Bidokkes Polda Sulawesi Selatan untuk dilakukan proses identifikasi sesuai dengan prosedur yang berlaku,” ujar Mohammad Syafii.
Selain temuan korban, Mohammad Syafii menjelaskan bahwa black box pesawat juga telah berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan di hari kelima (23/01). Saat ini, black box tersebut sedang dalam proses analisis dan identifikasi lebih lanjut oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
- Gempa M 7,7 Guncang Mbay Nagekeo NTT, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami, Termasuk Beberapa Kabupaten di Sulsel
- Disdikbud Jeneponto Turun ke SDN 14 Tamalatea, Pastikan Kronologi Dugaan Pemukulan Siswa yang Berujung Pengeroyokan Guru
- Diduga Dianiaya, Oknum Guru di Jeneponto Melapor ke Polisi, 3 Perempuan Terancam Pidana
- Pertamina Patra Niaga Sulawesi Tambah Pasokan LPG 3 Kg hingga 65 Persen di Sejumlah Wilayah Sulselbar
- Telkomsel Makassar Half Marathon 2026 Catat Perputaran Ekonomi Rp52,3 Miliar
“Black box yang ditemukan saat ini sedang ditangani oleh KNKT untuk proses investigasi guna mengetahui penyebab kecelakaan pesawat secara teknis,” tambahnya.

Berdasarkan hasil briefing dan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan operasi pencarian, Mohammad Syafii menyatakan bahwa Operasi SAR resmi ditutup pada Jumat, 23 Januari 2026.
“Setelah mempertimbangkan hasil pencarian, evakuasi, serta evaluasi di lapangan, maka Operasi SAR kecelakaan pesawat ATR 42-500 ini kami nyatakan ditutup per hari ini,” jelasnya.
Namun demikian, Mohammad Syafii menegaskan bahwa Basarnas masih menunggu hasil resmi identifikasi dari KNKT dan tim forensik terkait kesesuaian jumlah korban dengan data manifest penumpang.

“Apabila nantinya hasil identifikasi menyatakan bahwa jumlah paket yang ditemukan tidak sesuai dengan data manifest penumpang, maka Operasi SAR dapat dibuka kembali untuk dilakukan pencarian lanjutan,” tegas Mohammad Syafii.
Penutupan operasi ini menjadi akhir dari rangkaian panjang upaya kemanusiaan yang dilakukan oleh Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan dalam kondisi medan ekstrem dan cuaca yang sangat menantang di kawasan Pegunungan Bulusaraung.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
