Sementara, Plt. Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan arahan strategisnya terhadap penguatan program kerja di peningkatan investasi, perdagangan dan perindustrian, serta pariwisata di Sulawesi Selatan.
“Program kerja perlu diarahkan pada fasilitasi pelaku usaha dalam mengatasi berbagai hambatan untuk berinvestasi melalui mediaasi antara perusahaan dengan pemerintah, lembaga, dan tokoh-tokoh masyarakat,” ungkapnya.
Ia mengatakan pemerintah melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) akan terus melakukan pemantauan untuk memastikan Sulawesi Selatan mampu menjadi wilayah ramah investasi melalui kemudahan pelaksanaan dan inovasi pelayanan.
Antara lain, penyederhanaan izin, layanan online, layanan gerai perizinan, peta investasi digital, hingga promosi penanaman modal secara virtual.
Di sektor perdagangan dan perindustrian, fokus utama program kerja adalah peningkatan produktivitas dan daya saing komoditas hasil pertanian, perkebunan, kehutanan, dan perikanan, serta pengembangan budidaya komoditas baru dalam mendukung diversifikasi komoditas potensial ekspor.
- BI Luncurkan Laporan Perekonomian Indonesia 2025, Bisa Diunduh di Tautan Ini
- Bulan Ekonomi dan Keuangan Syariah 2025, Sekprov Sulsel Dorong Skema Kredit Pesantren Tanpa Bunga
- Sepanjang 2025, Bank di Sulsel Sudah Temukan 2.424 Lembar Uang Diduga Palsu
- BI Riset Rantai Nilai Produk Perikanan Budidaya di Sulawesi Selatan, Ini Hasilnya
- BI Tegaskan Lagi, Uang Palsu yang Ditemukan di Gowa Kualitasnya Sangat Rendah dan Mudah Dikenali
“Upaya juga diarahkan pada dukungan pembangunan kawasan-kawasan industri di beberapa kabupaten atau kota yang akan menjadi pusat perekonomian yang memberi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
