Orang Baik Sering Disebut Meninggal Lebih Cepat, Kenapa? Begini Penjelasan UAS

Orang Baik Sering Disebut Meninggal Lebih Cepat, Kenapa? Begini Penjelasan UAS

FR
R
Fitrianna R
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Mungkin kita sudah sering mendengar ucapan atau pertanyaan terkait mengapa orang baik biasanya meninggal lebih cepat.

Entah kebetulan atau memang begitu adanya, tetapi banyak masyarakat yang cukup percaya dengan hal tersebut.

Lantas, benarkah itu? Atau sebenarnya ada penjelasan di balik pemikiran tersebut?

Dilansir dari Suara, jaringan terkini.id, pada Selasa, 30 November 2021, dalam tayangan di kanal YouTube Kanal Surga Net, Ustaz Abdul Somad alias UAS memberi penjelasan terkait kenapa orang baik atau saleh cepat wafat.

Ia menjelaskan bahwa segala sesuatu yang keliru berawal dari pemikiran yang keliru, pemikiran keliru berawal dari membaca yang salah, penglihatan, pendengaran dan bisikan-bisikan yang keliru.

Begitupun dengan ucapan orang baik akan lebih cepat meninggal, hal itu sebenarnya berawal dari pemikiran yang keliru.

“Maka perlu kita luruskan. Ada orang-orang baik yang diberikan umurnya panjang, ada juga yang diberikan umur pendek. Kematian adalah ketetapan Allah”, ungkap Ustaz Abdul Somad.

Menurutnya, memang ada banyak orang baik yang meninggal cepat, seperti ustadz Jefri, ustadz Arifin Ilham, dan lainnya. Tetapi banyak juga orang baik yang diberikan umur panjang contohnya Abah Mun, Mahathir Mohamad.

Begitupun ada juga orang muda yang meninggal dalam keadaan su’ul khotimah, misalnya meninggal dalam keadaan overdosis, meninggal karena pengaruh pil anjing gila, dll. Itu artinya, semuanya sudah menjadi ketetapan Allah SWT.

Berbicara soal su’ul khotimah, tidak ada yang lebih menakutkan bagi seseorang selain meninggal dalam keadaan ini.

Rasulullah SAW telah mengingatkan semua umatnya bahwa akan ada orang-orang yang meninggal dunia dalam keadaan tidak baik dan mengerjakan amalan-amalan penghuni neraka. Rasulullah SAW bersabda:

“Dan sungguh ada seseorang yang mengamalkan amalan-amalan penghuni surga, sehingga tak ada jarak antara dia dan neraka selain sehasta atau dua hasta, lantas takdir mendahuluinya sehingga dia melakukan amalan-amalan penghuni neraka sehingga dia memasukinya.” (HR Bukhari).

Setidaknya, ada tiga hal yang menyebabkan orang meninggal dalam keadaan su’ul khatimah, di mana penyebab su’ul khatimah ini dijelaskan dalam Al-Quran dan disebutkan dalam beberapa hadits Nabi Muhammad SAW.

Pertama, penyimpangan akidah. Penyimpangan akidah ini menjadi salah satu sebab seseorang meninggal dalam keadaan su’ul khatimah.

Kedua, berpaling dari Allah SWT. Di antara musibah besar yang menjadi penyebab su’ul musibah adalah berpaling dari Allah SWT, termasuk menjauhkan diri dari perintah-Nya dan tidak tunduk pada syariat.

Ketiga, bersikap munafik. Seorang yang munafik menunjukkan kebaikannya kepada orang lain, sementara hatinya bertentangan dengan keimanannya.

Nah, sekarang sudah lebih paham kan terkait ungkapan mengapa orang baik lebih cepat meninggal dunia?

Semoga penjelasan dari Ustaz Abdul Somad alias UAS ini tidak lagi membuat kalian bingung dan penasaran, ya!

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.