Terkini.id, – Kopi dapat digunakan sebagai cara baru untuk mendeteksi infeksi virus covid-19 karena memiliki aroma yang kuat dan dapat meningkatkan fungsi saraf.
Kopi dapat digunakan sebagai barometer timbulnya infeksi Covid-19, seperti diketahui salah satu gejala paling umum dari Covid-19 adalah hilangnya indera penciuman atau disebut anosmia.
Berkurangnya kemampuan penciuman dalam waktu sekitar 14 hari dari penderita yang terinfeksi Covid-19, sekitar 50-80 persen mengalaminya.
Beberapa dokter menyarankan untuk mendeteksi terjangkitnya virus covid-19 adalah dengan cara mencium aroma kopi dan mendeteksi seberapa jauh kita masih bisa mencium aromanya.
Melansir dari Kompas.com, Profesor James Schwob dari Fakultas Kedokteran Tufts University di Massachusetts, Amerika Serikat menyarankan untuk menggunakan kopi untuk mendeteksi infeksi Covid-19. Selain itu ia menyarankan mencium bau alkohol atau sampo sebagai aroma lainnya dan jika kesulitan mengenal aroma lain maka segera lakukan tes.
- Raih Pendanaan Riset dan Pengabdian 2026, Kalla Institute Perkuat Komitmen Tri Dharma
- Bugis Waterpark Adventure Hadirkan Promo Funventure Weekend Special untuk Liburan Hemat
- Kantongi ISO 21001:2018, Poltekpar Makassar Tingkatkan Standar Pendidikan Vokasi
- Kolaborasi Lintas Negara, Fakultas Vokasi Unhas Bahas Teknologi Akuakultur dan Ilmu Kelautan
- Buku Bahasa Makassar Karya Prof Kembong Guru Besar FBS UNM, Resmi Diterbitkan Yudhistira
Direktur Smell and Taste Center di Fakultas Kedokteran Pennsylvania University, Richard Doty memberikan penjelasan, bahwa jika kita menemukan kopi tidak memiliki rasa dan cokelat tidak memiliki rasa selain pahit atau manis, maka kita telah kehilangan penciuman.
Richard Doty menjelaskan, “Saat kita mengunyah makanan, molekul naik melalui tepi rongga hidung untuk mencapai reseptor penciuman di bagian atas hidung.” Oleh karena itu, hal-hal seperti kopi dan cokelat tidak memiliki ‘rasa”.
Jurnal medis Inggris BMJ, menerbitkan artikel terbarunya yang mendorong praktisi medis untuk menggunakan kopi sebagai alat diagnostic. Para peneliti mulai menerapkan metode menggunakan kopi dalam tes penciuman.
Penn State University College of Agricultural Sciences sudah menggunakan metode mencium aroma kopi sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan kampus dari penyebaran infeksi covid-19 selama kelas tatap muka. Para mahasiswa diminta untuk minum kopi setiap dan disiapkan alat pemeriksaan bau.
Namun mencium aroma kopi bukanlah ilmu yang sempurna sebagai tes kesehatan yang sah karena tidak semua orang mengalami gejala terinfeksi kehilangan penciumannya, hanya saja kehilangan penciuman sangat identik dengan infeksi Covid-19.
Dotty menyarankan anosmia menjadi satu-satunya prediktor terbaik untuk diagnosis Covid-19. “Kehilangan penciuman sangat spesifik untuk Covid-19, tetapi tidak semua orang dengan infeksi SARS-CoV-2 melaporkan kehilangan penciuman. Secara kritis, bisa mencium sesuatu tidak berarti kita terbebas dari Covid-19, sekalipun itu mencium aroma yang kuat dari kopi,” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
