Pasca Lebaran, Perkumpulan Wija Raja La Patau Bakal Gelar Serangkaian Kegiatan di Watampone

Terkini.id, Jakarta – Perkumpulan Wija Raja PERWIRA BONE La Patau Matanna Tikka akan melakukan serangkaian kegiatan di kota Watampone pasca Lebaran Idul Fitri. 

Kegiatan tersebut di balut dalam sejumlah agenda kegiatan, seperti bedah buku catatan harian Puatta Raja La Patau, Focus Group Discussion tentang Penguatan Lembaga Adat, dan Taman Bumi (Geopark) Bone yang ketiganya sudah menjadi rekomendasi hasil tudang sipulung dalam Pertemuan Akbar Sedunia Wija La Patau Matanna Tikka bukan November tahun 2021 lalu.

”Perwira akan melakukan bedah buku dengan pembedah Dr Muchlis, akademisi Unhas, serta budayawan lokal. Insya Allah 3 hari usai lebaran sambil silaturahmi,” ujar penggagas kegiatan yang juga pengurus Inti PERWIRA, Dr. Muhammad Sapri Andi Pamulu kepada awak media, Jumat 15 April 2022.

Penulis buku catatan harian Puatta Andi Sofyan juga sudah menyatakan kesediaan sebagai pembicara. 

“Geopark ini kalau bisa di perluas bosowasi atau bone, soppeng, wajo dan sinjai,” kata dirut BUMN ini.

Andi Promal Pawi, Kadis Pariwisata Bone menyambut FGD Geopark ini dalam upaya untuk mendorong kegiatan pariwisata, pendidikan, dan budaya karena geopark akan menjadi kawasan cagar alam, dan cagar budaya sekaligus. 

Agenda.lainnya adalah diskusi penguatan lembaga adat yang akan dikawal oleh pengurus Perwira lainnya Dr. Andi Akhmar yang juga Akademisi Unhas. Diskusi ini diharapkan dapat menghasilkan peta jalan (roadmap) terbentuknya lembaga adat melalui jalur formal Yuridis bersama Pemkab dan DPRD Bone.

Sejumlah agenda kegiatan tersebut merupakan hasil diskusi para penggagas Perwira awal pekan kemarin sekaligus buka puasa bersama. Hadir para pengurus PERWIRA antara lain Prof. Kasmawati Rahman, Ir. Andi Promal Pawi, Andi Fadli, Andi Subhan Mustari , Andi Sofyan Hadi, Dr Muhlis Hadrawi, Dr. Sapri Pamulu, Dr. Andi Ilham Samanlangi dan Dr. Andi Akhmar serta anggota DPRD Sulsel A.M. Irfan AB yang juga Wika La Patau. 

”Ini adalah agenda kita di PERWIRA. Momen setelah lebaran memang pas sekalian silaturahmi sesama wija,” ujar mantan ketua KEPMI Bone Andi Ilham Samanlangi menambahkan.

Buku catatan harian Puatta Raja Lapatau ini sendiri sudah memasuki cetakan kedua.”Respon para wija turunan bahkan masyarakat luas sangat luar biasa,” ungkap penulis buku Andi Sofyan Hadi. 

Menurut Editor Buku ini, Dr. Sapri Pamulu , PERWIRA juga akan melanjutkan penerbitan buku harian Raja Bone lainnya yang diagendakan rilis pada setiap hari jadi Bone sejak tahun 2021 lalu.

Masih ada 22 buku lagi yang akan dialihaksarakan dan diterjemahkan yang berasal dari buku harian raja-raja Bone dari tahun 1660-1910 atau 250 tahun yang dikoleksi oleh berbagai perpustakaan dunia yaitu KITLV Leiden, BL London dan Perpusnas Jakarta.

Bagikan