PDIP Jawa Barat Kritik Keras Keterangan Khalid Basalamah Tentang Wayang, ‘Ada Upaya Sistematis Untuk Mengaburkan Jejak Peradaban!’

Terkini.id, JakartaOno Surono, selaku Ketua DPD PDIP Jawa Barat (Jabar) mengkritik keras mengenai pernyataan Ustadz Khalid Basalamah, yang menyinggung masalah wayang.

Menurut video yang beredar di sosial media, Ustadz Khalid Basalamah mengatakan bahwa wayang adalah suatu yang haram dan harus dimusnahkan.

Video tersebut merupakan video ceramah Ustadz Khalid Basalamah yang lama, dan baru di permasalahkan belakangan ini.

Baca Juga: Ingat Kasus Pembunuhan Ibu Anak di Subang? Polisi Mengamankan Satu...

Menanggapi pernyataan tersebut, Ono Surono mengatakan bahwa pemikiran seperti itu sangatlah tidak pancasilais, juga menandakan ketidak pahaman akan sejarah dan Indonesia.

“Hal itu membuktikan ada upaya sistematis yang sedang dan pernah dilakukan beberapa oknum-oknum untuk mengaburkan jejak peradaban atau perjalanan kebudayaan nusantara,” kata Ono Surono dalam keterangan tertulisnya yang dikutip dari Solopos.com pada Senin, 14 Februari 2022.

Baca Juga: Jokowi Ingin IKN Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2036, Said Didu...

Menurut Ono, ada hal yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Hal tersebut adalah bangsa dan kebudayaan.

Setiap bangsa memang harus mengikuti perkembangan dunia, namun juga tidak akan bisa bertahan bila meninggalkan identitas kebudayaan dari bangsa itu sendiri.

“Saat ini kita sudah diinfasi budaya bangsa lain sehingga menjadi ironis jika kita justru mendegradasi seni tradisi nusantara yang sangat beragam dan kaya,” ujarnya.

Baca Juga: Jokowi Ingin IKN Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2036, Said Didu...

Ono mengatakan bahwa peranan wayang sangat penting dalam membentuk masyarakat di Nusantara, terutama di Jawa Barat.

Serta pemikiran untuk menghapuskannya adalah suatu kebodohan dan suatu hal yang tidak patut untuk dilakukan.

Ia juga berpendapat bahwa upaya pengaburan atau penghapusan jejak sejarah kebudayaan, merupakan model penjajahan modern dengan cara memanipulasi kesadaran kolektif masyarakat.

“Sejatinya sebagai manusia Indonesia yang berakal kita tidak mudah menuduh hasil olah pikir yang dimanifestasikan dalam bentuk kesenian khususnya wayang dianggap sesat. Karena sejatinya budaya tanpa agama tidak bagus, agama tanpa budaya tidak tepat sehingga jika bersama, budaya dan agama tentu akan menjadi seimbang dan sangat baik,” imbuhnya.

Selain itu Ono mengatakan bahwa sebenarnya, agama dan kebudayaan dapat berjalan secara beriringan tanpa harus mengkerdilkan satu sama lain.

“Dalam banyak literasi sejarah pun kita bisa temukan fakta, bahwa seni tradisi wayang telah menjadi salah satu media penyebaran Islam di Nusantara, khususnya bagi masyarakat Sunda di Jawa Barat,” ujarnya.

“Agama Islam tersebar luas di nusantara dengan pendekatan yang berbudaya, kiranya hal tersebut dapat menjadi kesadaran kita bersama sebagai sebuah bangsa,” sambungnya.

Bagikan