PDIP Pastikan Usung AdnanKio di Pilkada Gowa

Rudy Pieter Goni.

Terkini.id — Sekretaris DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulsel, Rudy Pieter Goni (RPG) menegaskan, meskipun partainya belum mengeluarkan rekomendasi usungan di Pilkada Gowa 2020. 

Namun RPG memastikan bahwa partainya akan mengusung calon petahana bupati dan wakil Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan-Abdul Rauf Kr Kio (AdnanKio).

“Karena Darmawangsyah Muin tidak mau maju di Pilkada Gowa, jadi PDIP akan ke AdnanKio,” kata RPG, di Makassar, Rabu 11 Februari 2020.

Darmawangsyah Muin adalah salah satu figur yang sempat disebut-sebut bakal maju di Pilkada Gowa. Namun ia menolak maju, dengan alasan jabatannya sebagai pimpinan DPRD Sulsel.

Sementara itu, lanjut RPG, alasan partainya ingin mengusung AdnanKio, karena Abdul Rauf merupakan kader PDIP. 

Meskipun sebelumnya PDIP sempat tak ingin mengusung kembali calon petahana tersebut, karena Abdul Rauf dianggap tidak memberikan kontribusi menambah perolehan kursi PDIP di parlemen, bahkan kursi PDIP anjlok dari 4 kursi turun menjadi dua kursi. 

“Tapi kita sudah mendengar alasan Abdul Rauf, dan alasan itu diterima. Jadi kalau ada kader, ngapain usung calon lain,” tegas RPG yang juga legislator DPRD Sulsel ini.

Sejauh ini, pasangan AdnanKio telah mengantongi rekomendasi dari PPP, PKB, Perindo dan NasDem. 

Komentar

Rekomendasi

Berita Lainnya

Warga Gowa Diminta Beli Masker Buatan Penjahit Lokal

Siap Siaga, Pemkab Gowa Buka Posko Induk Penanganan Covid-19, ini Lokasinya

Ini Alasan Abdul Rahman Bando Terima Pinangan Appi

Ikuti Rakor Penanganan Covid-19 Kemendagri, Sekda: RS Yapika Bakal Dijadikan RS Rujukan di Gowa

Ditolak Warga Gowa, Pasien Corona Dikubur di Kompleks Pemakaman Pegawai Pemprov

Pemkab Gowa Siapkan Stok 10 Ton Beras untuk Warga Terdampak Corona

Pemkab Gowa Distribusi Sembako untuk Warganya yang OPD, PDP dan Positif Corona

Cegah Penyebaran Corona, Mobil Water Canon Polres Bulukumba Beraksi di Jalan

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar