Terkini, Gowa – Puluhan guru honorer di Kabupaten Gowa menerima bantuan paket sembako dari kolaborasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Gowa bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Gowa.
Bantuan tersebut diserahkan langsung Wakil Bupati Gowa Darmawansyah Muin di Kantor PGRI Gowa, Selasa (17/3/2026).
Sebanyak 80 guru honorer menjadi penerima bantuan pada kegiatan sosial tersebut. Program ini merupakan bentuk kepedulian terhadap para tenaga pendidik yang selama ini mengabdi meski masih berstatus honorer.
Wakil Bupati Gowa, Darmawansyah Muin, mengatakan kolaborasi antara PGRI dan Baznas merupakan langkah nyata dalam membantu pemerintah menjangkau kebutuhan masyarakat, khususnya tenaga honorer di sektor pendidikan.
“Kami menyampaikan terima kasih atas kolaborasi atau kerja sama yang baik antara PGRI dan Baznas dengan mengadakan aksi sosial ini yang peduli akan nasib para guru honorer kita,” ujar Darmawansyah Muin.
- Siang Terik, Malam Remang, Jejak Pengabdian Satgas TMMD Ke-128 yang Tak Pernah Padam
- Investor Asal Jerman Siap Bangun PLTB 100 MW di Sidrap, Bupati: Ini Peluang Besar
- Wakil Ketua Komisi D DPRD Sulsel Siap Kawal Sengketa Lahan Warga Pinrang ke DPR RI
- Percepat Penurunan Stunting, Wakil Bupati Sidrap dan TP PKK Intensifkan PMT Berbasis Pangan Lokal
- Briton English Education Jadi Sponsor Utama Inersia Royal Championship 2026 di Makassar
Ia berharap bantuan sembako tersebut dapat meringankan beban para guru honorer, terutama dalam memenuhi kebutuhan hidup selama bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Gowa juga memberikan perhatian serius terhadap kondisi para guru honorer yang hingga kini masih menunggu kepastian status sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Kami tentunya prihatin masih banyak tenaga pendidik yang belum memiliki kepastian status, padahal peran mereka sangat vital dalam pembangunan sumber daya manusia,” tegasnya.
Darmawansyah menyebutkan jumlah guru honorer di Kabupaten Gowa yang belum terangkat sebagai PPPK diperkirakan mencapai sekitar 600 orang.
Persoalan tersebut tidak hanya terjadi di Gowa, tetapi juga menjadi isu nasional setelah formasi PPPK dari pemerintah pusat sempat ditutup.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
