Pekerja Kebun Karet PT Lonsum Kembali Mogok, Bakal Surati Disnaker

Ketua Puk SPSI, Jalil Jaka (pakai baju biru di tengah) bersama dengan pekerja lainnya.

Terkini.id,Bulukumba – Seribuan karyawan PT PP London Sumatra Indonesia.Tbk kembali melakukan aksi mogok kerja di kebun karet di Allu Desa Tamatto, Kecamatan Ujungloe Bulukumba Sulawesi Selatan, Selasa 16 Juli 2019.

Sehari sebelumnya, para karyawan perusahaan di bidang industri perkebunan kelapa sawit dan karet telah melakukan aksi yang sama.

Mogok tersebut sebagai bentuk tuntutan dibayarkannya sejumlah kesepakatan yang dilakukan antara PT Lonsum dan para karyawan. Kesepakatan itu adalah pembayaran bonus tahunan yang telah dibuat antara Lonsum dan para karyawan.

“Mogok kerja menuntut bonus dibayarkan seperti tahun-tahun sebelumnya yaitu tiga bulan gaji,” ujar Ketua Puk SPSI, Jalil Jaka kepada TERKINI.ID, Selasa 16 Juli 2019.

Ia mengatakan pelanggaran kesepakatan terkait pembayaran bonus oleh PT London Sumatera seharus tahun 2019 dibayarkan pada tanggal 15 sesuai Presiden Direktur namun sudah dibayarkan pada 12 Juli 2019 lalu.

Pekerja Kebun Karet PT Lonsum Kembali Mogok

Bonusnya sudah dibayar namun hanya 0.75 persen bulan gaji yang biasanya setiap tahunnya tiga bulan gaji. Hal itu menjadi tuntutan mendasar yang membuat karyawan mogok kerja di wilayah kerja masing-masing.

“Kami tidak menerima karena hanya di Sulawesi Selatan yang menerima 0,75 persen dari PT Lonsum, yang lainnya tetap sama dengan bonus yang kemarin,” pungkasnya.

Dari sejumlah upaya yang telah dilakukan sebelumnya, Firman mengaku telah mengkomunikasikan kepada direksi, tapi sejauh ini belum ada solusi yang ditawarkan dari internal kantor sendiri.

Masih kata Jalil bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah upaya terhadap direksi, tapi sejauh ini belum ada solusi yang ditawarkan dari PT Lonsum. Hanya kata dia, Manager Pcrf Juniar Sobri telah menemui para pekerja dengan alasan perusahaan saat ini mengalami kerugian.

“Bahkan kami dari serikat pekerja sudah melayangkan surat ke pihak managemen namun sampai hari ini belum mendapat tanggapan. Belum ada kepastian. Makanya mau berlanjut menyurat ke Disnaker,” tutupnya.

Komentar

Rekomendasi

Ahok Sempat Mau Bisnis Ayam Sebelum Ditawari Jokowi Urus Pertamina

Intip Kecantikan Raiyah, Ponakan Andi Darussalam Tabusalla yang Dinikahi Cucu Presiden Soeharto

Beredar Kabar Museum Nasional Indonesia di Jakarta Kebanjiran, Ini Faktanya

Hasil Survei, Ahok Lebih Berhasil Atasi Masalah Banjir Jakarta Dibanding Anies Baswedan

Komite Keselamatan Jurnalis Kecam Pemidanaan Jurnalis dengan UU ITE

Putri Wali Kota Parepare dr Eta Lestari Duduki Skor Tertinggi SKD CPNS

Gangguan Jiwa, Pemuda di Jeneponto Parangi Ayah dan Ibu Kandungnya

285 WNI yang Dikarantina Bebas Corona, WHO Apresiasi Pemerintah Indonesia

Calon Kades Tambangan Cabut Nomor Urut, Risman Nomor Urut 1

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar