Pelabuhan Nusantara Parepare Ditutup untuk Angkutan Orang

Ratusan Sapi Kurban Siap Dikirim Lewat Laut melalui Pelabuhan Nusantara Parepare / Foto Dokumentasi

Terkini.id, Parepare – Sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia, nomor PM 25 tahun 2020, tentang pengendalian transportasi selama masa mudik Idul Fitri tahun 1441 Hijriah dalam rangka pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19), dilakukan pembatasan dan larangan aktivitas sarana transportasi selain angkutan barang dan kargo, mulai 24 April sampai dengan 31 Mei 2020 tahun 2020.

Menindak lanjuti Peraturan Menteri tersebut, Pemerintah Kota Parepare, melalui dinas Perhubungan Kota Parepare, langsung berkoordinasi dengan KSOP Pelabuhan dan Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan, melakukan penutupan terhadap aktivitas Pelabuhan Nusantara Kota Parepare. Yang boleh hanya aktivitas kargo dan angkutan barang.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kota Parepare Iskandar Nusu mengatakan, sesuai dengan Peraturan Menteri tersebut, maka pemerintah daerah sepakat untuk menutup aktivitas Pelabuhan Nusantara Kota Parepare sampai batas waktu yang ditentukan.

“Penutupan tersebut dilakukan untuk kapal angkutan penumpang manusia, sementara untuk kargo dan angkutan barang kebutuhan pokok tetap beraktivitas,” katanya, Sabtu 25 April 2020.

Dia menjelaskan, pihaknya juga melakukan penutupan terhadap aktivitas bus trans Sulawesi dan juga lintas Kabupaten Kota di Kota Parepare. Sementara tidak melakukan angkutan mudik sampai peraturan tersebut dicabut kembali.

Menarik untuk Anda:

“Hal tersebut dilakukan Menteri Perhubungan untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran virus melalui aktivitas angkutan massal, dan banyaknya pemudik yang mengagendakan untuk berlebaran bersama tahun ini,” ungkapnya.

Wali Kota Parepare HM Taufan Pawe mengatakan, mengapresiasi langkah tersebut, mengingat aktivitas manusia di pelabuhan berpotensi besar menyebarkan virus Corona.

“Kita memang sangat khawatir dengan adanya aktivitas pelabuhan tersebut, karena tentunya dengan aktivitas itu bisa dipastikan ribuan orang akan berinteraksi di pelabuhan khususnya para buruh pelabuhan,” ungkap dia.

Dia sendiri mengaku, jika permohonan penutupan aktivitas Pelabuhan Nusantara, sudah kedua kalinya diusulkan ke kementerian perhubungan, tidak lain untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

“Bahkan sebelum GM Pelni positif terpapar, kami sudah ajukan penutupan aktivitas pelabuhan,” ungkapnya.

Taufan juga meminta, agar aktivitas di pelabuhan dengan adanya peraturan tersebut, tetap dilakukan pengawasan yang super ketat, sehingga tidak terjadi kecolongan adanya tindakan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Kami minta diawasi dengan ketat jangan sampai ada pihak yang nakal dan tetap ngotot untuk melakukan pengangkutan penumpang orang secara sembunyi-sembunyi,” ujarnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Dituntut Untuk Berkreasi, Dekranasda Parepare Beri Pelatihan ke Perajin Limbah Laut Terdampak Covid

Musda Konsolidatif Ajang Aktualisasi Kader Terbaik Golkar

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar